Introvert dan Pemalu adalah dua hal yang berbeda. Aku sih kebetulan mengidap dua-duanya, parah memang tapi rapopo. Dan siapapun kamu, iya kamu! perlu tau tentang introvert, kenapa? ya siapa tau aja kamu, pacar,anak atau siapamu itu introvert jadi biar lebih mudah memahaminya. Blog ini sekedar catatan hitam-putih-kelabu introvert versi sudut pandangku, hanya bersumber pada perasaan tanpa berdasar pada ilmu pasti! Ingat, Orang introvert itu tidak aneh hanya nyleneh (eaaa gitu deh).

Seorang Introvert Dikala Lebaran, Aku Termasuk Yang Sedih Kalau Kamu?

Nasib Seorang Introvert Dikala Lebaran, Aku Termasuk Yang Sedih Kalau Kamu? || Saat postingan ini diketik nuansanya masih dalam nuansa liburan lebaran 2017. Nah, ceritanya kepribadian introvert itu pada umumnya punya kekurangan dalam hal interaksi sosial gitu kan? sedangkan dimoment lebaran itu nuansanya penuh keramaian, harus interaksi dengan sanak sodara atau lingkungan sekitar. Lalu gimana dengan nasib kaum introvert?

Kalau aku, ini aku loh ya!!! (*karena yang lain bisa jadi berbeda pengalamannya) Aku termasuk yang sedih alias tersiksa sebenarnya tapi tetep harus berlagak baik-baik saja. Terlebih aku ingat masa-masa dulu waktu masih kecil ketika jelang lebaran itu disuruh nganter-nganter bingkisan ke sodara-sodara itu loh, yah kalo menurut orang lain sih itu sepele tapi buatku itu sulit, tapi dulu itu masih bocah gitu kan jadi saat itu biasanya kalau lebaran nuansanya justru marahan sama ortu.

Kebetulan aku berada dalam keluarga yang gak tau menau tentang introvert, jadi bisa dibayangkan bagaimana perang batin yang terjadi. Disatu sisi aku dipandang aneh, disatu sisi aku merasa menjadi orang paling ngenes sejagat karena dalam keluarga pun gak ada yang ngertiin gitu kan. Jadi aku dulu itu sangat benci yang namanya lebaran! karena nuansanya bagiku terasa sangat nyakitin hati! tapi itu dulu loh ya!!! Terus sekarang? tetep sedih sih. *hahaha...



Kalau sekarang ini sedihnya karena masih kesulitan melupakan hal-hal negatif dimasa lalu, yah inilah salah satu kekurangan dari seorang introvert. Selain itu aku masih minus dalam interaksi sosial, jadi kalau sodara bisa ngumpul haha hihi seolah bahagia hore-hore gitu kan, sementara aku merasa capek aja gitu loh. Jadi intinya aku sejauh ini tetep merasa lelah dalam nuansa keramaian, tetep cinderung diam menyimak dan sekitarnya. Gak bisa berubah ke ala-ala extrovert! Bahkan sekedar pura-pura pun gak bisa.

Jadinya aku kalau lebaran itu meski hanya salam-salaman dengan keluarga atau berkunjung ke rumah keluarga yang dekat-dekat gitu doang rasanya udah capek kayak habis mendaki gunung merapi merbabu PP. *padahal belum pernah mendaki gunung manapun hahaha....

Mungkin rasa capek itu bukan muncul karena tenaga yang keluar buat bersalaman atau perjalanannya tapi itu karena rasa maksain diri harus interaksi sosial plus kadang ingat masa-masa negatif dimasa lalu. Meski sudah berusaha mengendalikan diri tapi tetep ajah sih, rasa "CAPEK" itu seolah begitu overdosis.

Yah gitu deh, ini sekedar pengalamanku selaku introvert disaat lebaran! Pengalaman yang lain belum tentu sama. Mungkin ada yang benar-benar baik-baik saja saat lebaran atau mungkin ada yang pura-pura baik-baik saja seperti aku. Atau jangan-jangan yang introvert dan lelah disaat lebaran kayak gini tuh cuma aku doang? berarti aku benar-benar minoritas sejati. *uhukk...

Mungkin pelajaraan yang bisa dipetik buat emak-emak yang sekiranya punya anak introvert hindarilah memaksakan sesuatu yang berlebihan misal dipaksa untuk interaksi sosial dengan cara yang gak enak banget karena itu bisa menimbulkan pengalaman negatif bagi sang anak. Udah gitu aja sih.


Salam malu-malu,
dari pojokan


Share :

Facebook Twitter Google+
0 Komentar untuk "Seorang Introvert Dikala Lebaran, Aku Termasuk Yang Sedih Kalau Kamu?"

Baca Juga:

Back To Top