Introvert dan Pemalu adalah dua hal yang berbeda. Aku sih kebetulan mengidap dua-duanya, parah memang tapi rapopo. Dan siapapun kamu, iya kamu! perlu tau tentang introvert, kenapa? ya siapa tau aja kamu, pacar,anak atau siapamu itu introvert jadi biar lebih mudah memahaminya. Blog ini sekedar catatan hitam-putih-kelabu introvert versi sudut pandangku, hanya bersumber pada perasaan tanpa berdasar pada ilmu pasti! Ingat, Orang introvert itu tidak aneh hanya nyleneh (eaaa gitu deh).

Antara Introvert dan Pemalu, Berbeda Tapi Kerab Disamakan

Antara Introvert dan Pemalu, Berbeda Tapi Kerab Disamakan || Aku sering baca bahwa introvert itu kerab disamakan dengan sifat pemalu konon kalo orang introvert itu pasti pemalu atau sebaliknya, tapi aku pernah baca juga bahwa antara Introvert dan pemalu itu adalah 2 hal yang berbeda. Aku sih lebih setuju kalo Introvert dan Pemalu itu adalah 2 hal yang berbeda gitu. Introvert itu dasarnya emang lebih suka menyendiri walau punya keahlian social nah kalau pemalu itu ingin bersosialisasi tapi tidak berani.

Misalnya gini, orang yang introvert diberi pekerjaan secara tim, tapi dia lebih suka kerja sendiri karena bekerja dengan yang lain itu capek dan lebih maksimal kerja sendiri gitu. Tapi kalo pemalu itu sebenarnya ia mau kerja tim, tapi dia tidak berani kumpul dengan pekerja lainnya sehingga tetap diam aja dimeja kerjanya sendiri.

Meski aku lebih cocok bahwa introvert dan pemalu itu berbeda tapi aku merasa bahwa aku ini parah, parah kenapa? Karena aku mengidap keduanya, alias introvert dan pemalu.

Hal-hal sepele seperti mengangkat telpon, beli sesuatu di warung atau toko, pesan makanan dan sekitarnya itu semua tentu sangat mudah dilakukan oleh kebanyakan orang, tapi sungguh berat bagiku.

Aku punya hp, tapi aku jarang banget mengunakannya untuk telpon, bahkah kalo ada telpon pun sengaja gak aku angkat karena aku pikir “ah kalo penting entar juga sms” gitu ajah.

Terus misal beli sesuatu entah makanan atau barang aku lebih suka cari toko atau warung yang sepi, misal rencananya dari rumah hendak ke warung A, tapi setelah tiba di warung A kok ramai banget? Ya udah dijamin aku gak berhenti dan cari tempat lain yang sepi.

Dan misal aku ke sebuah tempat yang baru pertama kali aku datangi dan aku gak tau prosesnya gimana ditempat itu, maka aku lebih suka diam aja dulu lihat orang-orang yang datang, aku amati bagaimana cara-cara mereka. Lalu setelah aku paham baru aku bertindak. Padahal semestinya akan lebih mudah bila aku bertanya kepada satpam atau orang-orang sekitar gitu kan? Tapi ya gitu deh, kadang aku lebih suka tersesat dari pada harus bertanya.

Interaksi dengan orang seperti hal-hal sepele diatas memang menjadi kelemahanku, yah mungkin karena aku pemalu, tapi kadang aku gak takut untuk datang ke acara-acara yang didalamnya ada banyak orang misal seperti acara kopdar, seminar/workshop, carnival dan sekitarnya. Bahkan meski gak tau tempatnya sekali pun dengan modal google map aku nekat datang. Meski didalam acara yang banyak orang itu aku sendiri cinderung diam tapi aku bisa menikmatinya.

Misalnya dulu awal kopdar di Jogja aku gak tau sama sekali tempatnya dan gak kenal sama sekali dengan blogger-blogger di Jogja. Tapi aku nekat bareng mas-mas blogger yang sebenarnya aku gak kenal, terus meski sesampai di tempat kopdar cinderung diam aja ya aku sih enak-enak aja, gak merasa malu atau gimana-gimana gitu.

Di Jogja aku sering nonton kirab atau sejenisnya yang ditempat itu ada banyak orang tapi aku kalo datang pasti sendirian, dengan sepeda ontel muter-muter, lihat-lihat dan itu tetap menyenangkan ibaratnya walau ditempat yang ramai tapi aku tetap asyik dengan duniaku sendiri, cuek dengan keramaian yang ada. Orang pada umumnya pasti enggan kemana-mana sendirian, tapi aku tidak, aku justru lebih menikmati kalo kemana-mana terutama saat sepedaan itu sendirian.

Yah, Introvert itu biasa berani melakukan apapun yang dia inginkan, hanya terkadang dia lebih suka melakukannya sendiri, atau tidak mengharuskan ada yang menemani.

Yah itu lah aku, yang mengidap introvert dan pemalu. Lalu gimana dengan kamu, introvert, pemalu atau keduanya seperti aku? Orang bilang sih lebih tersiksa orang yang ekstrovert tapi pemalu ketimbang introvet tapi pemalu (*tapi gak tau juga dhing).

Salam malu-malu,
dari pojokan

Share :

Facebook Twitter Google+
11 Komentar untuk "Antara Introvert dan Pemalu, Berbeda Tapi Kerab Disamakan"

Akupun begitu..
Dan ga semua bisa pahami kita, haha..

Salam kenal..

gak nyangka ada yang serupa (**yes ada temennya berarti)
berarti kita yang harus pahami mereka...

sama mba, aku bahkan untuk sekedar beli pulsa buat internetan, di warung yg jaraknya ga sampai 50 meter dari rumah, lebih baik nunggu ade-ku pulang sekolah jam 3 sore, daripada aku harus pergi beli sendiri, kesannya jd kaya pemalas banget, hehe...

salam kenal

Wah jangan2 situ aslinya pemalas bukan introvert (*eaaaaa peace).

Kalo sekedar beli pulsa sih aku berani beli sendiri tapi ya gitu deh cari counter yg nampak sepi, mau nungguin adik tp sayang gak punya adik

sama dong mbak saya juga introvert,, ye punya teman juga akhirnya,, salam dari medan

sekarang sih udah biasa kalo ada yg bilang suruh maen keluar jgn dirumah terus... dan msh ada yg bilang "punya temen ga?" "jgn sendiri terus (dan kemudian temen lgsung nyeritain tentang temennya)"

gimana cara mbak ngomong ke orang bahwa mbak itu itrovert?

Salam diterima, mungkin sebenarnya banyak temennya tapi tersebar ditempat berbeda :)

Kalo aku sendiri gak pernah ngomong ke orang secara langsung sih, karena keluarga ato temen terdekat belum tentu tau istilah kepribadian introvert. Aku merasa bingung dan susah menjelaskannya pada orang2 sekitar. Mungkin dimata mereka aku ini aneh gitu.

Salah satu caraku untuk bilang aku ini introvert adalah dengan cara menulis seperti ini ya meski keluarga ato orang terdekat justru tak tau tulisan ini.

Setidaknya dengan menulis bisa sedikit plong...

pengen juga sih ngasih tau tentang introvert, minimal di internet, dari dulu, tp gapernah jadi, materinya sih udh bnyak didalam diri, tp nyampeinya wkwkwk

Biasanya sih introvert itu pandai nyampaiin sesuatu lewat tulisan.

Soal niat nulis yang gak pernah jadi mungkin karena masih ragu atau belum rela rahasia introvert nya dipublikasikan.

Dulu waktu mau bikin blog ini juga pakai lama mikirnya, nulis-enggak-nulis-enggak karena malu curhat-curhat kayak gini. Tapi akhirnya terjadilah blog curhat ini. :)

Baca Juga:

Back To Top