Tampilkan postingan dengan label Spirit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spirit. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juli 2019

Introvert Melankolis Diam-diam Hobi Nangis

Blog curhat tentang introvert ini udah lama gak update tapi ternyata satu atau dua masih ada yang membaca. Meski hanya curhat yang kadang gak jelas tapi ternyata ada yang merasa dapat masukan positif dari blog ini. Rasanya aku udah pernah nulis ini itu terkait introvert yang aku rasakan. Memang sih setiap introvert itu gak sama persis tapi kadang ada yang pengalamannya mirip.

Mungkin dulu aku udah pernah bilang bahwa aku gak suka dengan kata kasar, bagiku kata (maaf) “anj*ng, gobl*k, bangs*at dan semacamnya itu udah termasuk kasar setara dengan bajing...tuttt….. (anggep aja sensor). Selain itu ada rahasia lain, dimana sampai saat ini aku gak tau gimana cara ngatasinya. Apa itu? Yaitu soal hati yang terlalu melankolis. Bisa dibilang aku introvert yang diam-diam hobi nangis.



Misal ponakan dibentak pakai kata kasar, didalam dada serasa mak sirrrrr... (tersayat sayat gitu), seketika mata bisa berkaca-kaca. Apalagi kalo misal aku gak ada niat jahat atau niat nyakitin tapi ada orang dekat yang gagal paham dikiranya aku mau jahatin, itu rasanya lebih dari sekedar mak sirrrrr….

Atau misal ada orang dekat yang ngledekin kok gini kok gitu itu juga bisa mak sirrr….

Nah, rasa-rasa mak sirrrr… lalu berkaca-kaca ini gampang muncul jika yang ngatain kasar atau yang menyinggung itu keluarga atau orang-orang dekat. Kalo cuma tetangga jauh apalagi gak kenal gitu ya bodo amat gitu kan….

Masalah hobi nangis itu dari dulu sampai sekarang memang masih kadang terjadi, mau dikendaliin kayak apapun kalo ada orang dekat yang kata-katanya kasar atau nylekit pasti diam-diam nangis alias mewek.

Bawah mata sampek hitam alias mata panda banget entah itu karena hobi nangis, kurang tidur, atau anemia atau entahlah…..

Selaku introvert yang diam-diam hobi nangis maka aku selalu sedia payung sebelum hujan alias stok tisu di kamar gak boleh kosong. Kalau udah nangis gitu biasanya sebisa mungkin menghibur diri dengan kata “sabar dan ikhlas”. Lalu biasanya ingat Tuhan, lalu ingat inilah aku apa adanya (harus bisa menerima diri sendiri) dan apapun yang ada atau terjadi harus diterima disyukuri. Yah pokoknya sok tabah gitu sambil mak srrroootttt (nyemburin ingus pakai tisu).

Aku gak tau sih apakah introvert lainnya itu ada yang sepertiku, dimana hobinya kadang diam-diam nangis atau sekedar berkaca-kaca atau malahan berbeling-beling nangis berdarah-darah gitu?


Salam malu-malu,
IG @widhawatitok

Senin, 14 Januari 2019

Kenapa Meski Sama-sama Introvert Tapi Berbeda-beda Karakternya?

Dalam beberapa postingan aku sudah sedikit menyinggung bahwa meski sama-sama introvert tapi tidak ada yang sama plek atau dengan kata lain karakternya itu bisa berbeda-beda. Aku sadar bahwa setiap orang pasti berbeda, tercipta dengan keanehannya eh keunikan masing-masing. Layak-nya sidik jari dimana setiap orang pasti beda gitu kan. Tapi kadang aku masih heran dan bertanya-tanya kenapa meski sama-sama introvert tapi bisa berbeda-beda karakternya?

Sebagai introvert kadang aku suka merenung sok-sokan menganalisa karakter orang, mikirin dia introvert tapi kok bisa begitu, aku introvert tapi kok begini? Contoh sederhananya gini:

  • Aku lihat ada yang introvert tapi tetep narsis di sosmed, pede selfie-selfie. Sementara aku sama sekali gak suka selfie apalagi sampai dipajang di sosmed. (*apa mungkin ini karena aku pemalu? **lebih tepatnya takut malu-maluin karena pada dasarnya mukaku tuh gak ramah kamera banget alias gak foto genik).
  • Aku lihat ada introvert tapi tetep pede bikin status ada yang lebay bahkan ada yang suka mengeluh kayak orang depresi. Ada juga yang jadi cebong atau kampret garis keras sehingga nampak jelas mengeluarkan cacian pada tokoh yang tidak dia dukung. Sementara aku anti banget kalau suruh bikin status apalagi hal-hal yang bersifat keluhan terutama masalah pribadi (*yang mungkin memang bakatnya aku jadi sosok yang misterius ^halah….). Bahkan aku juga males kalau harus nunjukin jiwa asliku yang kekampretan atau kecebongan, aku sama sekali tidak ingin terlihat fanatik terhadap sesuatu. Aku memang aktif main sosmed tapi paling sering update di IG dan itu pun cuma posting foto serangga, bunga atau hal lain selain foto selfie.
  • Aku lihat ada introvert tapi biasa pakai kata kasar, sementara aku baca orang pakai kata (*maaf) anjing, bangsat, atau sejenisnya itu aja sudah merasa itu tuh kasar. Bahkan di sosmed banyak kan itu yang bercandaan pakai kata itu, apalagi kalau marah. Bukannya sok alim tapi entah mengapa aku tidak suka banget dengan kata-kata kasar (*mungkin karena aku terlalu perasa dan gak bisa dikasarin ^halah…)
  • Aku lihat ada introvert yang seperti orang biasa pada umumnya, misal pacaran atau bahkan sudah menikah punya anak dan nampak menjalani kehidupan sosial dengan baik-baik saja. Sementara aku? Nikah juga belum, kehidupan sosial tidak baik-baik saja, aku sangat kurang gaul. (*mungkin aku terlalu aneh, paling aneh diantara yang aneh-aneh ^astagah….)
  • Apalagi ya? Ya pokoknya banyaklah hal-hal yang menunjukan bahwa meski sama-sama introvert tapi karakter bisa jadi berbeda-beda. Intinya meski sama tapi gak sama persis gitu lah ya.



Yah gitu deh, aku kadang membanding-bandingkan diriku sendiri dengan orang lain tapi hal ini bukan berarti aku menyesal dengan keadaan diri sendiri. Karena pada dasarnya sebagai introvert aku mulai bisa menerima diri sendiri, bahkan entah kapan itu aku sudah pernah menulis tentang pentingnya introvert menerima diri sendiri.

Nah membandingkan diri sendiri yang aku lakukan ini sekedar dalam rangka menyadari bahwa setiap orang berbeda bahkan meski sama-sama introvert. Maka dari itu selain harus bisa menerima diri sendiri juga harus bisa menerima bahwa setiap orang itu pada dasarnya berbeda, orang lain memang begitu dan kita gak bisa memaksa orang agar begini. Intinya harus bisa menghormati orang lain.

Hal yang perlu dan harus aku ingat adalah jangan sampai membandingkan kekurangan diri sendiri dengan kelebihan orang lain karena hal ini akan jadi hambatan untuk menerima diri sendiri. Logikanya gimana kita bisa menerima diri sendiri kalau terus-terusan bandingin kekurangan kita dengan kelebihan orang lain, yang ada kita tidak bisa bersyukur dan selalu aja merasa kurang nan tak sempurna, ye kan?

Selaku introvert yang kalau nulis diblog sok bijak gini tapi sebenarnya dalam kehidupan nyata aku juga tak luput dari rasa galau loh ya. Saat galau masalah pribadi biasanya hanya diem sendiri aja dipojokan sambil sebisa mungkin memotivasi diri sendiri agar tetap bisa konsisten menerima diri sendiri dan menerima bahwa setiap orang itu memang berbeda bahkan meski sama-sama introvert. Jadi kalau aku galau tuh gak yang mengeluh di sosmed atau curhat ke orang gitu, cukup diam-diam aja gitu, entar kalau dah capek menggalau juga bisa kembali normal dengan sendirinya.


Salam malu-malu,
dari pojokan

Senin, 29 Januari 2018

Pentingnya Introvert Menerima Keadaan Diri Sendiri

Pentingnya Introvert Menerima Keadaan Diri Sendiri || Lama gak curhat seputar Introvert nih, belakangan ini aku bertemu langsung dengan beberapa orang tipe introvert. Dan sebelumnya aku juga sudah pernah nulis bahwa tipe introvert itu sendiri berbeda-beda, dan itu memang benar! *sangat-sangat benar adanya.

Ada tuh yang sebenarnya introvert tapi aku lihat kayak orang biasa extrovert karena dia ramah, baik, enjoy aja dikeramaian, yah pokoknya didepan umum gak kelihatan kalo dia tuh introvert. Tapi ada juga yang aku lihat sangat diam tanpa ekspresi bahkan untuk bicara saja gagap seolah gak tau atau gak bisa menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan.

Kalau aku sih memang cindurung suka diam mengamati dan rasanya sediam-diamnya aku ternyata masih ada yang lebih diam, udah gitu banyak ngeluh menghakimi dirinya sendiri, nyalahin diri sendiri yang gak bisa seperti oranglain.

Kalau menurutku, ini menurutku loh ya! Seorang introvert itu harus bisa menerima keadaan diri sendiri, orang bilang kita aneh atau apalah gitu ya biarin aja, anggap aja kita memang aneh karena gak seperti mereka pada umumnya, tapi ya inilah keadaan kita. Introvert adalah karakter genetik (bawaan) yang harus diterima.



Kalau kita bisa menerima diri sendiri paling enggak gak akan banyak ngeluh lagi, gak akan menghakimi diri sendiri lagi. Yang introvert pasti pernah merasa iri karena gak bisa bicara penuh ekspresi seperti orang pada umumnya, mungkin pernah juga berfikir andai aku tidak introvert. Aku dulu juga merasa begitu tapi sekarang sudah enggak lagi, aku berusaha bersikap normal (meski susah), yang pasti aku sudah gak keberatan lagi bila oranglain menganggapku aneh.

Sebagian besar introvert punya kelebihan menyampaikan sesuatu secara tulisan, entah itu curhat di blog atau di sosmed. Jadi introvert itu tetep bisa bersuara lewat tulisan, introvert tetep bisa berekspresi lewat tulisan, bahkan suatu ketika aku tidak bisa menyampaikan sesuatu kepada keluarga secara lisan ya akhirnya aku tulis. Serius loh aku tulis dilembar kertas!!! Yah boleh dibilang aku introvert yang kurang memiliki komunikasi yang baik dengan keluarga sehingga jarang bicara dengan keluarga sendiri. (*ini mungkin jadi dosa terbesar....).

Yah gitulah, dulu memang aku sering nyalahin keadaan, gak nyaman dirumah karena oleh keluarga sendiri aku dianggap aneh. Kalau dirumah bawaanya emosi mulu, sekarang sih mencoba bersikap normal meski bayangan kebencian dan emosi masa lalu itu selalu terngiang-ngiang. Seenggaknya sekarang gak nyalahin keadaan atau keluarga, kini lebih menerima keadaan diri sendiri dan gak masalah kalo dianggap aneh.

Sekarang lebih ikhlas dan bersyukur, bahkan justru cinderung merasa berdosa karena hubungan yang tidak baik dengan keluarga. Introvert memang punya latar belakang masalah sendiri-sendiri, kalau aku kan contoh introvert yang tidak memiliki komuniasi yang baik dengan keluarga, apa ada yang sepertiku? aku yakin pasti ada yang serupa.

Pernah juga tuh ngiri, enak ya kalau introvert tapi keluarganya pengertian, sekarang sih gak kepikiran untuk ngiri lagi, karena pasti entah introvert atau ekstrovert punya air matanya sendiri-sendiri (masalah hidup). Intinya gak perlu ngiri karena setiap orang sudah punya jatah kegalauan dan kebahagiaan masing-masing. Kalau kamu ngiri dengan kebahagiaan orang lain, apa kamu juga pernah ngiri dengan kegalauannya?

Udahan dulu deh curhatanya kali ini, intinya menerima diri sendiri, ikhlas dan disyukuri. Udah gitu aja...

Salam malu-malu,
dari pojokan



Kamis, 04 Mei 2017

Merasa Bosan Muak Sebagai Introvert! Apakah Kamu Pernah Mengalaminya?

Merasa Bosan Muak Sebagai Introvert! Apakah Kamu Pernah Mengalaminya? Pasti pernah! || Tapi semua itu tergantung bagaimana kita mengendalikan diri. Karena pada dasarnya orang yang introvert itu mudah sekali galau, merasa tak sempurna, tak bisa seperti orang pada umumnya, tidak ada orang yang mengerti kita dan lain sebagainya.

Kalau pas lagi galau gitu mungkin teriak-teriak pada dirinya sendiri "kenapa aku begini", "aku bosan seperti ini". Tapi mau berubah juga sulit, iya kan? maka dari itu jalan mudahnya adalah belajar menerima diri sendiri! Kalau pas lagi kumat galaunya jangan pandang kekurangan kita tapi ingat-ingatlah keberuntungan yang kita punya!

Aku sendiri kadang merasa galau, tapi kalau galau curhatnya ke Tuhan doang! Dan segalau-galaunya biasanya selalu berfikir bahwa aku selalu beruntung! Misal aku kesulitan kerja kantoran atau diluaran sana tapi olehNya aku dikasih jalan berkecimpung didunia online. Yah pokoknya banyaklah hal-hal yang aku rasa adalah sebuah keberuntungan, intinya apapun yang terjadi termasuk dapat jatah berkepribadian introvert ini semua adalah sebuah keberuntungan.



Kalau kita mikirnya dari sudut pandang yang ngenes-ngenes dijamin deh akan membenci atau muak dengan diri sendiri dan itu sia-sia! Banyak hal yang bisa disyukuri ketimbang harus mendramatisir. Gak perlu ngiri lihat orang lain karena setiap orang memiliki jalan masing-masing. Jadi kalo kenyataanya kita introvert yang sudahlah terima aja, kalau gak terima ya silakan berubah (kalo bisa!).

Intinya sih mau introvert atau ekstrovert harus pandai mengendalikan diri sendiri biar gak kebanyakan ngeluh tentang kekurangan yang kita punya!

Salam Malu-malu,
dari pojokan...

Kamis, 01 September 2016

Buat Introvert Tapi Pendiam, Hati-hati Jika Suka Memendam Emosi!

Buat Introvert Tapi Pendiam, Hati-hati Jika Suka Memendam Emosi! || Kalau ngomongin soal memendam emosi dalam bentuk jengkel atau semacamnya itu sebenarnya baik introvert ataupun ekstrovert sama-sama gak bagus efeknya, tapi disini aku tekankan pada kaum introvert terutama yang pendiam dimana saat emosi pun cinderung dipendam sendiri gitu kan. Curhat ke orang juga enggak, ngomel-ngomel juga enggak, banting-banting barang juga enggak, pokoknya hanya diam, sekali lagi diaaaammmmmm!!!!!!

Kalau sering mendam emosi atau rasa jengkel entah pada siapapun atau bahkan pada keluarga sebagiknya hati-hati deh. Kenapa? Antara memendam emosi dan penyakit sangat berhubungan erat, aku sendiri merasakan hal itu. Mungkin ada yang juga merasakannya? Efek memendam emosi itu bisa menimbulkan beragam penyakit. Sama-sama memendam emosi bisa aja jenis penyakit yang diderita tak sama. Misal antara aku dan masku. Ceritanya waktu kecil aku sering diam memendam emosi karena merasa tertekan dalam keluarga (dari orangtua).

Aku gak betah di rumah, jadi sering main sampai sore. Aku bisa ceria ketika diluar rumah tapi ketika kembali di rumah sudah beda lagi, cinderung emosian. Dan lama-lama aku jadi pendiam yang suka keheningan, tapi saat itu aku biasa melampiaskan emosi dengan menulis atau menggambar apapun. Buku-buku tulisku saat sekolah penuh tulisan-tulisan pelampiasan emosi, bahkan meja dan tembok juga. Yah singkat cerita aku cinderung memiliki kepribadian introvert. Disisi lain aku sering merasakan sakit-sakit yang gak jelas, seperti gampang muntah, sakit leher, bahkan dulu juga pernah sakit paru-paru.

Tapi seiring berjalannya waktu aku menyadari bahwa semua itu karena aku biasa memendam emosi, kadang aku merasa aneh karena introvertku tapi kadang merasa beruntung karena aku biasa semacam dialog dengan diri sendiri, jujur pada diri sendiri, berusaha mencerna hal-hal yang selama ini bikin jengkel atau emosi. Sekarang sih mending sudah gak lagi sakit leher dan sekitarnya.



Dan ceritanya jelang lebaran 2016 aku sempat ngobrol dengan masku, gak tau bagaimana awalnya tapi obrolan sampai membahas perasaan masa kecil. Dan aku baru tau ternyata masku juga dahulu merasa tertekan, masku dulu masa kecilnya juga sangat jengkel dan emosi tapi ditahan. Aku ingat sih dulu masku sering gak pulang ke rumah. Dan soal penyakit, dulu masku sering vertigo, dll, yang paling parah adalah matanya bermasalah, sudah mencoba berbagai macam pengobatan tapi gak bisa. Dan masku cerita saat terapi yang nerapi bilang itu semua karena kejengkelan atau emosi yang dipendam kepada orangtua. Dan sepertinya masku juga sudah menyadari efek memendam emosi itu, sekarang sih vertigo sudah enggak, tapi kalo mata masih bermasalah.

Jadi dari apa yang terjadi antara aku dan masku itu, sama-sama memendam emosi tapi efeknya bisa berbeda. Aku cenderung introvert dengan sakit-sakit gak jelas yang sempat aku rasakan, sementara masku cenderung ekstrovert dengan sakit-sakit yang jelas seperti vertigo dan yang parah adalah matanya.

Ya mau gimana lagi, semua sudah terjadi. Jaman masih kecil mana tau soal dampak memendam emosi, seolah semua mengalir begitu saja. Tapi beruntung ada kesempatan untuk menyadarinya.

Jadi buat yang hari ini masih jengkelan atau memendam emosi entah pada orangtua, pasangan (suami/istri), teman, bos dan sekitarnya semoga lekas menyadarinya karena jika diterus-terusin bakalan ada bonus-bonus penyakit tak terduga yang muncul.

Mungkin ada yang engggak percaya 'masak iya sih jengkel pada orangtua bisa jadi penyakit?', yah percaya gak percaya kalau aku sih percaya. Aku yang suka diam, sering dialog dengan diri sendiri, dan aku selalu yakin bahwa semua yang terjadi apapun itu saling berhubungan. Intinya kalau hal baik pasti kedepannya melahirkan hasil-hasil yang baik, begitu juga sebaliknya hal buruk akan diikuti hal-hal yang buruk pula. Aku memang tak sempurna karena masalah-masalah yang bagi orang lain mungkin sepele tapi buatku berat seperti 'rasa jengkelan' yang sering menghampiri itu, tapi sebisa mungkin untuk meredam itu semua karena takutnya itu semua jadi biang penyakit gitu.



Salam Malu-malu,
dr Pojokan

Selasa, 22 Desember 2015

Jangan Salah! Menjadi Seorang Introvert Adalah Keuntungan Luar Biasa


Keuntungan Menjadi Seorang Introvert || Dalam kehidupan nyata seorang introvert itu terkesan aneh karena seolah tak seperti orang pada umumnya, dianggap pendiamlah, suka menyendirilah, dan sekitarnya. Tapi seorang introvert sejati pasti bisa merasakan betapa beruntungnya ketika tercipta sebagai seorang yang memiliki karakter introvert. Beberapa keuntungan yang aku rasakan antara lain.

  • Semacam Langka
(Aku bilang langka tapi kok kesannya kayak hewan atau benda purba itu ya? *ah rapopo lah!) Gini loh, orang yang berkarakter introvert itu termasuk kaum minoritas, misalkan diantara 100 orang dalam satu kampung, mungkin hanya ada 1 atau 2 yang memiliki karakter introvet. Itu pun antara satu dengan satunya lagi belum tentu sama persis loh ya keintrovertannya. Ibaratnya tuh terkutuk banget beruntung banget termasuk dalam cinptaan yang limitid edition.

  • Lebih Peka
Seorang introvert itu lebih banyak mendengar, menganalisa segala sesuatu dalam diamnya, karena itulah biasanya orang introvert itu lebih mudah mengenali karakter seseorang. Mampu memterjemahkan hal-hal sekitarnya dengan baik. Sisi negatifnya kadang hal-hal sepele hawanya baper alias bawa perasaan. Sangking pekanya kadang cinderung horor, dulu aku kalo ada orang mau meninggal gitu biasanya terasa semacam ada feeling, tapi sekarang sih enggak, berusaha mengabaikan feeling-feeling yang cinderung horor.

  •  Lebih Tenang Menghadapi Masalah
Seorang introvert biasanya lebih tenang dalam menghadapi masalah, tidak panik atau dalam bahasa mendok-nya tuh gak gampang kesusunan. Misal aku sama masku sama-sama punya masalah trauma terhadap gempa karena efek gempa dahsyat 2006 yang melanda Jogja-Klaten-sekitarnya, kini kalo ada gempa masku langsung lari nabrak sana-sini alias gedebukan, sementara aku meski deg-degkan tapi lebih santai. Kadang aku kalo melihat orang kesusunan atau panikan itu rasanya sebel, tapi ya aku sadar sih mereka gak bisa santai seperti aku, layaknya aku yang gak bisa kesusunan seperti mereka, (*bahasanya dibolak-balik semoga yang baca mikirnya gak kebalik-balik).

  • Merasa Beruntung Dalam Keanehan
Seorang introvert itu sendiri sadar kalo dirinya aneh tak seperti orang pada umumnya. Tapi seorang introvert yang baik tentu tetep bisa menerima keadaan bahkan bersyukur "inilah diriku". Seorang introvert harus bisa menerima dirinya sendiri karena jika tidak pasti akan menjadi orang yang pesimis, menyalahkan kok aku gini, kok aku gak kayak mereka dan lain sebagainya.

Intinya sih entah introvert atau bukan, banyak bersyukur akan serasa makin beruntung.

Salam Malu-Malu,
dari pojokan

Minggu, 01 November 2015

Bagaimana Seorang Introvert Super Tertutup Bisa Menemukan Solusi Masalah Tanpa Curhat Kepada Siapapun?

Bagaimana Seorang Introvert Super Tertutup Bisa Menemukan Solusi Masalah Tanpa Curhat Kepada Siapapun? mungkin ada yang bertanya-tanya seperti ituhhhh? Aku memang pernah mendapat pertanyaan semacam itu, orang itu bilang curhat kepada sesama itu semacam wajib karena menurutnya solusi masalah itu bisa saja tersalur dari orang yang diajak curhat gitu, menurutnya kalo gak curhat mustahil bisa menemukan jalan keluar, gitu katanya!

Tapi maaf aja, selaku orang yang introvert dan super tertutup aku menghargai rumusnya yang sedemikian rupa itu, solusi masalah itu memang kadang bisa didapat dari orang lain ya itu benar banget. Tapi selaku introvert yang super tertutup aku punya cara sendiri dan memang engggan curhat kepada orang lain, bukan maksudnya tak percaya pada orang lain tapi ya entahlah rasanya gak nyaman aja gitu sehingga selalu berusaha untuk mengolah masalah sendiri.

Orang yang Introvert itu sama seperti orang pada umumnya yakni punya masalah-masalahnya sendiri, gak mungkin ada yang gak punya masalah dalam hidupnya. Terus bagaimana seorang yang introvert super tertutup menyelesaikan masalah padahal gak curhat pada orang lain?

Kalau aku sih misal ada masalah yang bikin resah, kawatir dan sejenisnya itu biasanya ya cuma diam aja tapi dalam hati semacam curhat pada Tuhan untuk diberi jalan keluar.

Lalu apakah secara mak benduduk Tuhan memberi jalan keluar dengan bisikan gitu? ya gak ada bisikan lah, enak banget kalo ada bisikan. Jalan keluarnya sering kali ditunjukan melalui hal-hal yang ada sekitar,

Misal punya masalah jatuh cinta pada seseorang tapi orang itu sudah jelas-jelas gak ada tanda-tanda punya rasa yang sama, pasti yang demikian bikin galau bukan main dong? mau curhat ke orang lain? ah gak mungkin, jurusnya paling cuma dengan menyendiri, lalu curhat aja pada Tuhan biar diberi jalan keluar. Terus habis gitu mendadak pengin banget buka instgram padahal sih gak biasa-biasanya buka instagram, begitu buka terus ditarik ulur kebawah eh ada tulisan pak Mario bilang "Jatuh cinta memang bukan keputusan anda, tapi meneruskan atau tidak adalah keputusan anda". Artinya apa? artinya jatuh cinta pada orang itu mungkin bukan salah kita, tau sendiri kan cinta itu aneh? tapi kalo sudah tau bahwa dia gak ada tanda-tanda punya rasa yang sama itu berarti harus segera diputuskan dong, soal mau diterusin atau tidak! Dan pasti dalam hati yang paling dalam bilang 'gak usah diterusin, toh dia gak punya rasa yang sama, ya to?'.

Itu sekedar contoh loh ya, yang intinya jalan keluar sebuah masalah itu memang kadang ditunjukan melalui orang lain atau hal-hal disekitar kita dan petunjuk-petunjuk itu didapat bukan berarti harus curhat langsung kepada seseorang, karena kita bisa diam-diam curhat kepada Tuhan dan Tuhan pun diam-diam dengan caraNya juga akan menunjukan jalannya untuk kita. Kalau orang yang introvert dan tertutup yang biasa mengolah masalahnya sendiri tentu sudah biasa dengan cara seperti inihhh, orang introvert cinderung lebih peka dalam menyimpulkan petunjuk-petunjuk untuk mengatasi masalah yang sedang dialaminya.

Yah intinya sih seorang introvert yang super tertutup harus pandai memotivasi dirinya sendiri agar lebih mudah menjalani hidup dengan seisi masalah-masalah yang dialaminya. Seorang introvert yang cinderung gak mau curhat pada orang lain itu bukan berarti sombong loh ya, itu lebih karena ya gini deh, introvert itu semacam punya banyak rasa-rasa yang gak bisa dijelaskan. Yang pasti apapun karakter kita, entah introvert atau ekstrovert tetap harus ada dalam jalur yang positif!

Salam Malu-Malu,
dari pojokan

Kamis, 22 Oktober 2015

Introvert Yang Super Tertutup Harus Pandai Memotivasi Diri Sendiri!

Introvert Yang Super Tertutup Harus Pandai Memotivasi Diri Sendiri! || Apa iya seseorang yang memiliki karakter introvert itu enggan curhat kepada orang lain? gak juga sih, Introvert itu juga biasa curhat cuma mungkin pada orang tertentu aja alias pilih-pilih. Memang sih introvert itu identik dengan orang yang tertutup alias gak seperti orang pada umumnya yang gampang curhat kesana kemari atau tanya pendapat soal ini itu pada orang lain, kalo introvert itu bedanya ya itu tadi hanya curhat pada orang yang dipercaya atau yang dirasa bikin nyaman.

Kalo aku gimana, apakah juga punya sahabat atau teman yang biasa diajak curhat segala masalah? sayangnya enggak! aku gak punya! boleh dibilang aku tergolong introvert yang super tertutup. Aku gak pernah curhat masalah personal kepada orang lain, bahkan dengan keluarga pun tidak! tidak! tidak! sekali lagi TIDAK! Aku memang punya teman tapi dijamin mereka semua gak tau soal kehidupan pribadiku. Parah ya aku ini? emang! udah menjadi seorang  introvert dengan kadar pemalu tinggi, eh malah pakai acara super tertutup! kadang aku juga bingung kenapa bisa separah ini? tapi ah sudahlah......

Terus gimana kalo misal ada masalah, lagi bad mood, lagi bingung dalam menentukan pilihan atau sejenisnya? 

Aku memang biasa menentukan atau memutuskan bahkan memandam segala sesuatu itu sendiri aja. Lalu bagaimana cara seorang introvert menyelesaikan masalah tanpa curhat pada siapapun?

Seorang introvert itu kadang hari ini sangat optimis menjalani hidup tapi esok hari bisa jadi super pesimis! Mood-nya seperti orang pada umumnya gak bisa ditebak, sebagai seorang introvert harus pandai memotivasi diri sendiri! terlebih bagi introvert yang super tertutup seperti aku ini.

Jika orang lain bisa mengurangi beban pikirannya atau masalahnya dengan curhat pada orang lain, maka seorang introvert yang tertutup biasanya lebih memilih memenangkan dirinya lalu memotivasi dirinya sendiri agar bisa terus semangat. Bukankah introvert itu ahli merenung? saat merenung itulah biasanya seorang introvert berusaha memikirkan hal-hal positif yang bisa membangkitkan semangat, memunculkan ide solusi masalah dan semacamnya.

Contoh gak nyambungnya gini, "bingung mau bikin sambal pakai cabe rawit atau cabe merah keriting?"

Orang lain mungkin langsung bbm temannya "eh say..say..., hari ini gue mau bikin sambel, enaknya pakai cabe rawit atau cabe merah keriting ya?". Temannya yang satu bilang pakai cabe merah kertiting aja, pasti enak! Temannya yang satunya lagi bilang pakai cabe rawit aja biar mantab pedasnya! Teman yang lainnya lagi usul, "ih ribet amat sih say, mending beli sambal ABCDEFGHIJ aja, tinggal crot-crot". Akhirnya yang tanya malah makin bingung!

Bagi orang introvert, mikirnya "halah kayak gitu aja pakai tanya?". Orang introvert kalo bingung milih cabe rawit atau cabe merah keriting itu hanya diam sejenak, lalu mikir-mikir dalam dunia batinnya, kalo pakai cabe rawit entar bisa bikin kepedasan, lagian kan lagi gak mood sama yang pedas-pedas amat takut sakit perut, ya udah deh pakai cabe merah keriting aja.

Intinya seorang introvert itu biasanya mengatasi masalah dengan mencari jawabannya sendiri, mempertimbangkan hal-hal yang kemungkinan terjadi atau memutuskan yang sekiranya lebih baik. Seorang introvert itu lebih sering melakukan dialog dengan dirinya sendiri sehingga semacam punya penasehat tersendiri dalam dunia batinnya, semacam punya motivator tersembunyi dalam dirinya. Masak sih bisa gitu? ya emang gitu menurut perasaanku! Tapi ya itu tadi, kuncinya adalah harus bisa terbiasa memotivasi diri sendiri, kalo enggak dari diri sendiri mau dari mana? kan introvert yang super tertutup gak biasa curhat ke orang lain, iya to?

Bagi orang introvert yang super tertutup tapi kesulitan memotivasi dirinya sendiri itu bisa menjadi bahaya tersendiri loh. Karena jatuhnya akan menjadi sosok yang super pesimis dalam hidup, ya bayangin aja "gak bisa mengatasi masalahnya sendiri tapi juga gak bisa curhat sama orang lain, merasa sendirian, memandang sesuatu selalu dari segi negatifnya dan sekitarnya".

Adakah teman-teman yang merasa introvert dan super tertutup seperti aku? bener gak kalo kita yang gak biasa curhat sama orang lain tuh harus pandai memotivasi atau menyemangati diri sendiri?

Salam Malu Malu,
dari pojokan

Minggu, 26 Juli 2015

Pengakuan Seorang Introvert

Pengakuan Seorang Introvert || Lahir 2 September 1987, entah bagaimana prosesnya tapi tau-tau menyadari bahwa karakter introvertnya lebih menonjol. Meski awalnya merasa tidak nyaman karena tak seperti orang pada umumnya tapi lambat laun bisa menerima diri sendiri dan justru merasa beruntung karena berkepribadian introvert.

Introvert itu dimata orang lain yang tidak memahami soal seluk beluk kepribadian yang satu ini memang dianggap aneh, dah apakah keberatan dibilang aneh oleh orang lain? tentu tidak, silakan orang mau bilang apa karena memang nyatanya aku aneh juga sih... *hahaha...

Sebagai seorang introvert aku punya banyak hal yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata, seperti merasa lelah ketika berada ditempat yang ramai, beratnya berinteraksi dengan orang-orang baru, ogah mengangkat telpon, enggan membeli sesuatu di pasar yang ramai, bahkan susah makan ditempat keramaian seperti kantin atau restoran cepat saji atau semacamnya. Dan hal-hal lain yang mungkin aslinya sepele dan terlihat mudah dilakukan oleh kebanyakan orang tapi menjadi sangat sulit buatku. Apakah semua introvert seperti ini? tentu tidak! Introvert pun tipenya juga beda-beda, kebetulan aku dapat jatah yang seperti ini.

Intinya buatku kena jatah karakter introvert itu gak masalah meski dicap pendiam, pemalu dan sekitarnya aku ra popo. Anggap aja blog ini CHSI alias catatan hati seorang introvert yang hanya bersumber pada perasaan tanpa berdasar ilmu pasti. Berarti ngawur dong nulisnya? ya nggak ngawur juga kali.... justru nulisnya ini penuh nuansa baper yang jujur.



Kalau ingin menghubungi via sosmed bisa via IG @widhawatitok atau facebook http://www.facebook.com/wong.anteng atau kalo butuh banyak payung souvenir bisa beli ditempatku blog yang Grosir Payung Murah www.payungin.com (malah promosi...hahaha....).

Kalau blog personal selain blog ini ada ketak-ketik alamatnya di www.drpojokan.com yang isinya gado-gado alias random ini itu.

Udah ya,  gitu aja....


Salam Malu-malu,
Dari Pojokan



http://introvertpemalu.blogspot.com