Tampilkan postingan dengan label Introvert. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Introvert. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Januari 2019

Ikut Komunitas Introvert Gak? Emang Ada Komunitas Orang Introvert? Dimana?

Pernah suatu ketika ada yang inbox lalu kenalan ini itu dan bertanya ikut komunitas introvert gak? Dan karena aku gak ikut jadi aku jawab tidak. Justru aku dalam hati bertanya-tanya emang ada ya komunitas khusus orang introvert? Dimana tempatnya coba? Kalau memang ada aku ngebayanginnya itu komunitas pasti ramai kalau di chatingan doang, kalau kopdar ketemu langsung gitu baru deh kelihatan heningnya. Tapi gak tau juga dhing karena ada kok orang introvert tapi bisa banyak ngomong apalagi kalau udah ketemu orang yang cocok diajak bicara pasti nrocos lancar kayak dijalan tol.

Kalau aku sendiri memang cinderung banyak diam, kalau diajak ngobrol baru ngomong, kalau diajak ngobrol tapi menurutku temanya privasi atau hal yang menurutku gak pantes diomongin ya biasanya aku cinderung tidak menanggapi.

Kalo misal sesama introvert ngumpul gitu biasanya ngomongin apa sih? Apakah ngomongin keanehan-keanehan yang dirasakan seperti misal gak suka angkat telpon karena sukanya sms atau WA doang, suka ngarang alasan kalau diundang keacara pesta, atau hal-hal lain seputar introvert?

Soal komunitas introvert itu aku benar-benar tidak tau dan gak kepikiran ikutan, ya mungkin sebenarnya ada komunitas orang introvert tapi entah dimana karena aku sendiri juga belum pernah cari tahu. Dan kadang aku bertanya-tanya kalau misal ada komunitas orang introvert gitu tujuan ikut untuk apa? Cari teman biar gak kesepian? Cari tempat curhat? Atau lainnya?

Kalau pun misal ikut komunitas misal di online grup gitu aku biasanya juga cuma jadi penyimak doang. Untuk ngobrol atau komunikasi biasanya aku lebih suka yang secara personal aja alias ngobrol langsung ke satu orang bukan ke banyak orang. Aku berfikir bahwa ngobrol digrup itu seperti ngobrol ditempat umum.

Dari aku menulis diblog ini pun kadang ada yang DM di IG atau inbox facebook terus kenalan sesama introvert gitu, tapi biasanya juga sebatas kenalan doang, karena selanjutnya udah gak pernah ngobrol lagi. Yah kalau ketemu sesama introvert yang sepemikiran atau tipe yang sama gitu sih enak, karena tipe introvert itu juga beda-beda gitu kan. Aku paling puyeng tuh kalau ketemu orang introvert (atau bahkan extrovert) yang tipe pengeluh, suwer aku takut ketularan *hahaha…

Salam malu-mau,
daripojokan

Senin, 29 Januari 2018

Pentingnya Introvert Menerima Keadaan Diri Sendiri

Pentingnya Introvert Menerima Keadaan Diri Sendiri || Lama gak curhat seputar Introvert nih, belakangan ini aku bertemu langsung dengan beberapa orang tipe introvert. Dan sebelumnya aku juga sudah pernah nulis bahwa tipe introvert itu sendiri berbeda-beda, dan itu memang benar! *sangat-sangat benar adanya.

Ada tuh yang sebenarnya introvert tapi aku lihat kayak orang biasa extrovert karena dia ramah, baik, enjoy aja dikeramaian, yah pokoknya didepan umum gak kelihatan kalo dia tuh introvert. Tapi ada juga yang aku lihat sangat diam tanpa ekspresi bahkan untuk bicara saja gagap seolah gak tau atau gak bisa menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan.

Kalau aku sih memang cindurung suka diam mengamati dan rasanya sediam-diamnya aku ternyata masih ada yang lebih diam, udah gitu banyak ngeluh menghakimi dirinya sendiri, nyalahin diri sendiri yang gak bisa seperti oranglain.

Kalau menurutku, ini menurutku loh ya! Seorang introvert itu harus bisa menerima keadaan diri sendiri, orang bilang kita aneh atau apalah gitu ya biarin aja, anggap aja kita memang aneh karena gak seperti mereka pada umumnya, tapi ya inilah keadaan kita. Introvert adalah karakter genetik (bawaan) yang harus diterima.



Kalau kita bisa menerima diri sendiri paling enggak gak akan banyak ngeluh lagi, gak akan menghakimi diri sendiri lagi. Yang introvert pasti pernah merasa iri karena gak bisa bicara penuh ekspresi seperti orang pada umumnya, mungkin pernah juga berfikir andai aku tidak introvert. Aku dulu juga merasa begitu tapi sekarang sudah enggak lagi, aku berusaha bersikap normal (meski susah), yang pasti aku sudah gak keberatan lagi bila oranglain menganggapku aneh.

Sebagian besar introvert punya kelebihan menyampaikan sesuatu secara tulisan, entah itu curhat di blog atau di sosmed. Jadi introvert itu tetep bisa bersuara lewat tulisan, introvert tetep bisa berekspresi lewat tulisan, bahkan suatu ketika aku tidak bisa menyampaikan sesuatu kepada keluarga secara lisan ya akhirnya aku tulis. Serius loh aku tulis dilembar kertas!!! Yah boleh dibilang aku introvert yang kurang memiliki komunikasi yang baik dengan keluarga sehingga jarang bicara dengan keluarga sendiri. (*ini mungkin jadi dosa terbesar....).

Yah gitulah, dulu memang aku sering nyalahin keadaan, gak nyaman dirumah karena oleh keluarga sendiri aku dianggap aneh. Kalau dirumah bawaanya emosi mulu, sekarang sih mencoba bersikap normal meski bayangan kebencian dan emosi masa lalu itu selalu terngiang-ngiang. Seenggaknya sekarang gak nyalahin keadaan atau keluarga, kini lebih menerima keadaan diri sendiri dan gak masalah kalo dianggap aneh.

Sekarang lebih ikhlas dan bersyukur, bahkan justru cinderung merasa berdosa karena hubungan yang tidak baik dengan keluarga. Introvert memang punya latar belakang masalah sendiri-sendiri, kalau aku kan contoh introvert yang tidak memiliki komuniasi yang baik dengan keluarga, apa ada yang sepertiku? aku yakin pasti ada yang serupa.

Pernah juga tuh ngiri, enak ya kalau introvert tapi keluarganya pengertian, sekarang sih gak kepikiran untuk ngiri lagi, karena pasti entah introvert atau ekstrovert punya air matanya sendiri-sendiri (masalah hidup). Intinya gak perlu ngiri karena setiap orang sudah punya jatah kegalauan dan kebahagiaan masing-masing. Kalau kamu ngiri dengan kebahagiaan orang lain, apa kamu juga pernah ngiri dengan kegalauannya?

Udahan dulu deh curhatanya kali ini, intinya menerima diri sendiri, ikhlas dan disyukuri. Udah gitu aja...

Salam malu-malu,
dari pojokan



Sabtu, 09 September 2017

Introvert Susah Jodoh! Benarkah?

Introvert Susah Jodoh! Benarkah? || Aku introvert, aku udah tua (kepala 3 per 2 September 2017) dan aku belum menikah! Nah parahnya lagi aku perempuan! Tahu sendiri kan gimana kesan dimasyarakat ketika perempuan udah kepala 3 tapi belum nikah? pasti dianggap nganu gitu apalagi orang desa macam aku. Apakah ini berhubungan dengan kepribadian introvert yang bikin susah jodoh? Entahlah, bisa jadi iya! bisa jadi tidak!

Kalo misal iya bahwa intovert itu berkaitan dengan susah jodoh itu mungkin karena:

1. Introvert Cinderung Punya Teman Dikit

Aku memang gak punya banyak teman, selain aku-nya yang kurang bergaul juga mungkin dimata kebanyakan orang aku dianggapnya aneh. Mungkin teman yang kenal aku pun gak ada yang tau tentang aku karena sangking tertutupnya.

2. Introvert Cinderung Sering Minder

Aku akui bahwa aku kadang memang minder, aku mikirnya orangtua atau keluarga sendiri aja nganggap aku aneh bahkan aku kesulitan berkomunikasi dengan keluarga sendiri nah gimana kalau nikah? dimana otomatis nambah keluarga gitu kan! Yah kalau mereka bisa mengerti tentang intovert kalau enggak? tambah puyeng aku! *nah disinilah letak minder dan kekawatiranku!



Kurang lebih 2 itu sih yang aku rasakan dan mungkin berkaitan dengan kenapa aku yang introvert ini udah tua tapi gak kunjung nikah. Mungkin bagi orang lain dengan mudahnya bisa bilang "berubah dong jadi terbuka dan gak minder". Ya gitulah kata orang, dimana mereka mudah bicara gitu tapi gak tau gimana puyengnya aku melawan segala gejolak dalam diri untuk berubah!

Kalo misal tidak bahwa intovert tidak berkaitan dengan susah jodoh itu mungkin karena:

1. Jodoh Adalah Rahasia Tuhan

Kalau kaitannya dengan Tuhan ya mutlak deh! Tapi kan konon manusia harus berusaha meski Tuhan yang menentukan. Dan soal takdir aku berfikir bahwa apapun yang terjadi itu adalah yang terbaik. Dan aku juga berfikir berarti selama ini aku belum jadi orang baik, ini bukan minder loh ya! ini benar-benar aku memang merasa masih banyak kurangnya. Tapi jujur aku sebagai introvert merasa sangat bersyukur karena apapun yang terjadi aku merasa sangat beruntung.

Itu doang sih! Intinya introvert itu bisa jadi berkaitan dengan susahnya jodoh tapi bisa juga tidak karena banyak kok sosok-sosok introvert yang pacaran seperti pada umumnya dan banyak juga yang sukses berkeluarga. Soal masalah cinta atau jodoh sebenarnya dulu aku juga sudah pernah posting judulnya Nasib Introvert Dalam Dunia Cinta/Jodoh!

Salam Malu-malu,
dari pojokan

Selasa, 27 Juni 2017

Seorang Introvert Dikala Lebaran, Aku Termasuk Yang Sedih Kalau Kamu?

Nasib Seorang Introvert Dikala Lebaran, Aku Termasuk Yang Sedih Kalau Kamu? || Saat postingan ini diketik nuansanya masih dalam nuansa liburan lebaran 2017. Nah, ceritanya kepribadian introvert itu pada umumnya punya kekurangan dalam hal interaksi sosial gitu kan? sedangkan dimoment lebaran itu nuansanya penuh keramaian, harus interaksi dengan sanak sodara atau lingkungan sekitar. Lalu gimana dengan nasib kaum introvert?

Kalau aku, ini aku loh ya!!! (*karena yang lain bisa jadi berbeda pengalamannya) Aku termasuk yang sedih alias tersiksa sebenarnya tapi tetep harus berlagak baik-baik saja. Terlebih aku ingat masa-masa dulu waktu masih kecil ketika jelang lebaran itu disuruh nganter-nganter bingkisan ke sodara-sodara itu loh, yah kalo menurut orang lain sih itu sepele tapi buatku itu sulit, tapi dulu itu masih bocah gitu kan jadi saat itu biasanya kalau lebaran nuansanya justru marahan sama ortu.

Kebetulan aku berada dalam keluarga yang gak tau menau tentang introvert, jadi bisa dibayangkan bagaimana perang batin yang terjadi. Disatu sisi aku dipandang aneh, disatu sisi aku merasa menjadi orang paling ngenes sejagat karena dalam keluarga pun gak ada yang ngertiin gitu kan. Jadi aku dulu itu sangat benci yang namanya lebaran! karena nuansanya bagiku terasa sangat nyakitin hati! tapi itu dulu loh ya!!! Terus sekarang? tetep sedih sih. *hahaha...



Kalau sekarang ini sedihnya karena masih kesulitan melupakan hal-hal negatif dimasa lalu, yah inilah salah satu kekurangan dari seorang introvert. Selain itu aku masih minus dalam interaksi sosial, jadi kalau sodara bisa ngumpul haha hihi seolah bahagia hore-hore gitu kan, sementara aku merasa capek aja gitu loh. Jadi intinya aku sejauh ini tetep merasa lelah dalam nuansa keramaian, tetep cinderung diam menyimak dan sekitarnya. Gak bisa berubah ke ala-ala extrovert! Bahkan sekedar pura-pura pun gak bisa.

Jadinya aku kalau lebaran itu meski hanya salam-salaman dengan keluarga atau berkunjung ke rumah keluarga yang dekat-dekat gitu doang rasanya udah capek kayak habis mendaki gunung merapi merbabu PP. *padahal belum pernah mendaki gunung manapun hahaha....

Mungkin rasa capek itu bukan muncul karena tenaga yang keluar buat bersalaman atau perjalanannya tapi itu karena rasa maksain diri harus interaksi sosial plus kadang ingat masa-masa negatif dimasa lalu. Meski sudah berusaha mengendalikan diri tapi tetep ajah sih, rasa "CAPEK" itu seolah begitu overdosis.

Yah gitu deh, ini sekedar pengalamanku selaku introvert disaat lebaran! Pengalaman yang lain belum tentu sama. Mungkin ada yang benar-benar baik-baik saja saat lebaran atau mungkin ada yang pura-pura baik-baik saja seperti aku. Atau jangan-jangan yang introvert dan lelah disaat lebaran kayak gini tuh cuma aku doang? berarti aku benar-benar minoritas sejati. *uhukk...

Mungkin pelajaraan yang bisa dipetik buat emak-emak yang sekiranya punya anak introvert hindarilah memaksakan sesuatu yang berlebihan misal dipaksa untuk interaksi sosial dengan cara yang gak enak banget karena itu bisa menimbulkan pengalaman negatif bagi sang anak. Udah gitu aja sih.


Salam malu-malu,
dari pojokan


Jumat, 26 Agustus 2016

Belanja Online Cocok Buat Introvert Yang Gak Suka Ke Mall Atau Ramai-ramaian Dipasar, Setuju?

Belanja Online Cocok Buat Introvert Yang Gak Suka Ke Mall Atau Ramai-ramaian Dipasar, Setuju? || Memang sih gak semua tipe introvert itu menghindari keramaian terutama saat belanja, tapi kalau aku sih kebetulan tipe yang menghindari keramaian seperti mall atau pasar. Entah kenapa, suka yang sepi-sepi aja. Jadi misal mau beli apa gitu, udah datang ke tokonya tapi lihat parkiran ramai atau orang ramai di toko itu bisa seketika berubah pikiran alias gak jadi ke toko itu, lebih pilih mlipir bin ngacir gak jadi mampir gitulah pokoknya. Aneh ya? bagi orang lain mungkin ada yang menganggab kelakuan seperti aku ini aneh, tapi adakah orang yang model introvert seperti aku ini? mudah-mudahan ada, biar ada temannya gitu *hahahaha.....

Tapi untungnya saat ini ada yang namanya toko online, jadi untuk beberapa kebutuhan biasanya aku pilih beli via online aja. Alasannya jelas gak perlu kemana-mana, gak perlu terjun secara langsung dalam keramaian tapi tinggal klik-klik bayar, barangnya diantar ke rumah. Yesss banget deh pokoknya, bayangain kalau gak ada toko online, gimana nasibku? *hemmm.....

Misal aku ingin menanam bayam, pare, cabai dll itu benihnya juga beli online. Tapi untuk berbagai kebutuhan biasanya aku beli onlinenya di mataharimall karena ongkos kirimnya gratisssss.... (*tetep dong nyari yang hemat.) Di mataharimall itu aku pernah beli meja, kursi, rak, lampu, baju, sandal, mainan anak buat ponakan, jam tangan, speaker, hp dan lain sebagainya.

Aku pernah cek kalau meja yang aku beli itu, misal ditempat lain harganya sama tapi bisa kena ongkos kirim sekitar 400rban dan di mataharimall gratisss, lumayan hemat kan? Selain ongkos kirim gratis, mataharimall sering ada diskon atau kupon potongan harga. Ada juga sitem poin, tapi aku belum pernah menang undiannya sih, makelum kalau yang namanya undian, kuis dan sebangsanya itu aku gak pernah beruntung. *sial gitu deh.

Aku nulis berkaitan dengan mataharimall disini  murni karena pengalaman aja dimana memang dari sekian toko online aku lebih suka mataharimall karena bebas ongkos kirim dan sering ada potongan harga, udah gitu aja. Apa aku pernah ada pengalaman buruk selama belanja di mataharimall? belum pernah sih, semoga gak pernah. Kalau ada sesuatu mudah kok tinggal hubungi cs mataharimall, kalau aku sih pernah kontak via email aja karena waktu itu ada barang yang gak nyampai-nyampai dan pas aku cek ternyata statusnya balik lagi ke pengirim, tapi akhirnya barangnya dikirim ulang kok jadi ya tetep sampai tempatku, waktu itu konon barang rusak oleh pihak jasa pengirim jadi cancel sama pengirim dan kirim ulang gitu. (*NB: tahun 2018 akhirnya mataharimall yang pernah aku banggakan itu akhirnya tutup!!!)

Jadi buat introvert yang mungkin sebenarnya kurang suka ke mall atau ramai-ramaian di pasar, coba deh atasi dengan belanja via online saja. Siapa tau aja cocok belanja online atau menemukan kenyamanan dengan cara belanja online ketimbang harus tersiksa nekat terjun dalam keramaian seperti mall atau pasar.

Pengalaman belanja online biasanya aku posting di blog ketak-ketik dr pojokan:



Salam malu-malu,
dari pojokan

Sabtu, 22 Agustus 2015

Ketika Seorang Introvert Memilih Menjadi Blogger

Ketika Seorang Introvert Memilih Menjadi Blogger || Ceritanya perjalanan dunia kerjaku gak jelas banget gitu kan, gonta-ganti kerja gak ada yang cocok, mungkin itu semua pengaruh dari karakterku yang cinderung introvert dan pemalu, soal gonta-ganti kerjaan aku posting di BAGAIMANA NASIB SEORANG INTROVERT SAAT MEMASUKI DUNIA KERJA. Intinya aku gak cocok kerja kantoran atau sejenisnya, hingga akhirnya aku ingin kembali kedunia online karena ketika aku lulus kuliah itu aku sempat mengenal yang namanya blog, sempat sejenak belajar secara otodidak tapi kemudian vakum gitu kan. Lalu, setelah mentok gontan-ganti kerja memutuskan untuk pilih kerja jadi penjaga warnet aja dengan niatan sambil mempelajari blog dan memanfaatkan blog untuk jualan.

Meski pekerjaanku gak keren seperti layaknya pegawai kantoran atau PNS, tapi entah mengapa aku justru suka-suka aja alias nyaman. Apapun yang aku lakukan saat itu, yang pasti aku tetep aktif ngeblog terutama di blogdetik dan lalu kemudian juga jualan online.

Tapi akhir tahun 2014 aku berfikir berhenti jualan onlinenya, tanya kenapa? aku senang sih jualan online, karena pas banget gitu, gak perlu banyak ngomong, gak perlu apalah-apalah tapi ada aja yang beli. Tapi rasanya aku gak kuat aja gitu, tiap saat hp bunyi, ngadepin orang dengan macem-macem karakter ya meski hanya via sms atau chathing gitu, tapi tetep aja semacam stress, terlebih ketika blognya yang buat jualan kelilangan banyak visitor efek ganti template. Rasanya saat itu berhenti jualan adalah penyembuh yang mujarab.

Saat berniat menonaktifkan blog toko onlineku itu aku ingat bahwa aku kan punya akun google adsense gitu, mungkin bisa dicoba untuk cari penghasilannya dari google adsense aja gitu. Kemudian saat itu aku niatan fokus pada sebuah blogspot untuk nyari receh dari google sementara blogdetik-ku hanya sebatas untuk nulis sesuatu untuk kesenangan belaka.

Mungkin sudah saatnya bersyukur (*halahhh) dengan cara memanfaatkan akun google adsense yang telah aku punyai, mengingat perjuanganku mendapatkan akun google adsense pun tak mudah, berkali-kali aku ditolak, soal perjuangan mendapatkan google adsense selebihnya aku pernah posting di postingan Menurut Kamu Google Adsense itu Gimana?

Desember 2014 adalah pertama kali aku PO dari google adsense-ku itu meski jumlahnya hanya 111$ aja, sebelumnya aku pernah juga ngerasain hasil google adsense tapi dari akun orang karena waktu itu belum punya akun sendiri. Saat PO pertama itu aku lega sekali, seolah menemukan jalan keluar untuk benar-benar menonaktifkan blogku yang untuk jualan online itu. Aku semakin mantap hingga akhirnya 2015 (entah bulan apa aku lupa, yang pasti awal tahun, kayaknya Januari) blog toko onlineku benar-benar aku tarik dari dunia maya, postingan-postingannya aku sembunyikan, meski alamatnya masih bisa diakses tapi aku tak ada niat untuk memperpanjanganya dimana bulan september 2015 domain toko onlineku itu akan kadaluaraso.

Dan tau gak apa yang terjadi? Bulan-bulan berikutnya gak PO, bayangin aja betapa keroncongannya kantong ini. Aku sadar bahwa dengan kemampuanku yang seadanya untuk terjun dalam dunia google adsense itu sungguh sulit terasa karena untuk mencari pendapatan dari google adsense itu seharusnya main SEO sementara aku paling males main SEO, walau sebenarnya aku belajar tapi aku males praktek karena ribetnya itu loh, jadinya ya meski tanpa SEO aku tetap terus posting diblogspotku itu dan akhirnya bulan Maret 2015 aku kembali PO dengan jumlah yang tak kalah jauh minimnya dari PO sebelumnya yakni 113$.

Galau sih sangat, tapi aku terus tetap berusaha aktif ngidupin blogspotku itu dan tragisnya bulan April gak PO lagi, galau menjadi-jadi, gimana nasibnya kalau gini-gini terus? tapi aku tetap seolah-olah ra popo.

Dan untuk selanjutnya aku belum tau juga bisa rutin PO atau enggaknya, yang pasti masih ingin mengasah kemampuan ngeblog agar dapat penghasilan dari online, selebihnya mencoba kembali belajar untuk membuat blog jualan tapi tidak seperti sebelumnya karena kali ini aku hanya bikin wadah onlinenya selebihnya soal CS, produk dan sebagainya orang lain yang ngurus, meski bagiannya tak sebesar ketika jualan sendiri tapi tak mengapa, seenggaknya gak bikin aku stres seperti ketika jualan sendiri.

Disini aku sebut diri ini sebagai blogger dengan alasan punya blog dan aktif ngeblog gitu ajah sih, meski sebenarnya dengan karakter introvert-ku aku merasa tak seperti blogger lainnya yang aku jumpai saat kopdar atau acara lainnya, aku merasa beda juga gitu. Blogger lainnya yang aku jumpai ketika kopdar-kopdar itu biasanya orangnya ramai-ramai gitu, sementara aku tetap aja yang gak banyak ngomong, gak suka ikut selfie atau foto-foto dan sekitarnya. Tak sedikit juga yang sepertinya terkejut karena dari blog-blogku mengira aku ini orangnya ramai gitu, padahal enggak, aku cinderung pendiam alias gak banyak ngomong.

Apapun yang terjadi tapi yang pasti harus disyukuri bahwa sebagai introvert aku masih diberi kemampuan untuk bisa mengungkapkan sesuatu dalam bentuk tulisan, alias seneng nulis sesuatu meski aslinya gak suka baca. Dan menjadi blogger adalah cara yang menyenangkan untuk tetap eksis meski tanpa banyak ngomong.

Saat memilih menjadi full time blogger aku memang niatan harus bisa dapat penghasilan dari apa yang aku lakukan, karena kalo tidak ya itu tadi betapa laparnya kantong ini gitu kan ya? meski secara jumlah apa yang aku hasilkan belum seperti para mastah tapi aku menikmatinya, aku senang dengan apa yang aku lakukan.

Untuk menghasilkan uang dari blog pun memang ada banyak cara bisa dari job review atau dari adsense dan lain sebagainya atau mungkin ikut lomba kalo menang kan ya lumayan gitu. Tapi dari kesekian cara yang ada aku cinderung milih adsense karena yah itu tadi memanfaatkan akun yang sudah dipunyai dimana dapatnya pun penuh perjuangan. Dan aku sendiri merasa kurang aktif nyari job review atau seperti blogger-blogger lain yang sering ikut acara ini itu, jadi ya mungkin adsense lah yang sementara bisa aku coba dengan diam-diam tanpa harus kemana-mana gitu.

Yah, apapun pilihannya entah blogger atau yang lainnya yang pasti kalau kamu seorang introvert pasti tau apa yang harus kamu pilih yang sesuai dengan passion kamu.

NB: Tulisan diatas aku tulis tahun 2015, waktu terus berlalu bahkan blogdetik tempat aku dulu aktif ngeblog pun sudah tutup. Tapi aku masih tetap sama, yakni tetap berkecimpung didunia online meski di tahun 2018 aku sudah gak aktif lagi di adsense karena aku kembali jualan online. Masalah aku kembali ke jualan online sudah pernah aku posting di tulisan Adsense vs Jualan Online!

Salam Malu-malu,
dari pojokan

Rabu, 29 Juli 2015

Dibalik Diamnya Seorang Introvert

Seorang introvert diidentikan dengan seorang yang pendiam nan misterius gitu, tapi tau gak sih dibalik diamnya seorang introvert itu apa yang ia lakukan? Biasanya saat diam itu sedang melakukan pengamatan atau menganalisa sesuatu, mulutnya emang diam tapi bisa jadi pikiran bahkan hatinya seperti sedang bekerja keras memahami apa yang terlihat atau terdengar.

Nah, dari hasil diamnya itu ia bisa menghasilkan hikmah atau point-point tertentu tentang mana yang negatif dan mana yang positif, mana yang harus ditiru dan mana yang semestinya dihindari. Tapi gak tau juga dhing, tergantung pola pikir masing-masing, karena apapun karakter orang, kadang ada yang cinderung berfikir positif tapi ada pula yang negatif. Atau kadang dalam diamnya itu tidak sedang menganalisa tapi sedang berimajinasi.

Lalu apa yang didapatkan dari hasil diamnya itu biasanya dikemas dalam bentuk tulisan, itulah mengapa kebanyakan orang introvert itu suka menulis, karena memang ia bisa dengan mudah menyampaikan apa yang ia pikirkan lewat tulisan entah di blog atau sedekar dalam statusnya di jejaring sosial. Kalau pun gak ditulis ya ia tetap mengambil point-point yang ada tapi untuk dirinya sendiri.

Selain itu dalam diamnya seorang introvert itu kadang juga bisa menganalisa dan menebak sifat seseorang, hanya sekedar membaca sifat loh ya bukan membaca pikiran orang. Karena aku sendiri merasakan dibalik diamku yang terkesan misterius ada teman yang mengira aku bisa baca pikiran orang, macam orang sakti atau indigo gitu, itulah mengapa kadang ada teman yang panggil aku dengan sebutan ‘mbah’ (macam mbah-mbah dukun gitu). Padahal aku diam-diam ya biasa aja, bukan yang diam-diam menghanyutkan atau mengharukan gitu.

Yah, salah satu ciri introvert yang cinderung pendiam itu kadang dipandang diam-diam menghanyutkan. Padahal diamnya introvert itu karena memang ia lebih suka mendengarkan ketimbang berbicara, itulah mengapa ada yang bilang introvert itu adalah pendengar yang baik. Dan dibalik diamnya itu kadang ada aktivitas ya itu tadi, semacam menganalisa apa yang didengar atau dilihat. Seorang introvert itu lebih sering melakukan dialog dengan dirinya sendiri sehingga lebih banyak diam.

Apa yang aku tulis ini menurut apa yang aku rasakan loh ya, mungkin aja ada juga introvert model lainnya dimana dibalik diamnya itu tidak melakukan aktivitas seperti apa yang aku tuliskan ini. Bisa aja diamnya dia itu ngantuk atau nahan kebelet **gak dhing, bercanda!

Salam Malu-malu,
Dari Pojokan

Senin, 27 Juli 2015

Cara Mudah Mengetahui Introvert Atau Tidak

Cara Mudah Mengetahui Introvert Atau Tidak || Semacam konyol, tapi aku pernah iseng ngisi test untuk tahu aku ini introvert atau tidak? Test itu berisi pertanyaan-pertanyaan seputar bagaimana saat mengambil keputusan, bagaimana saat dalam keramaian, bagimana dulu orang menilai dan lain sebagainya.

Karena rasa ini gak bisa bohong, maka aku jawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan jujur dan hasilnya dinyatakan bahwa aku introvert!

Entah bagaimana cara menentukannya, tapi yang pasti aku menemukan banyak komentar orang-orang yang ngaku introvert ditulisan-tulisan yang sempat aku baca-baca terkait tulisan tentang introvert. Begitu pula aku, yang tanpa resep dokter dan jauh sebelum iseng test-test itu sudah memvonis diri-ku sendiri bahwa aku ini cinderung introvert.

Aku memvonis bukan tanpa alasan, karena aku merasa ciri-ciri tentang karakter introvert itu sangat aku banget gitu, misal:

  • Tidak banyak bicara (pendiam)
  • Tidak suka curhat masalah pribadi pada sembarang orang
  • Suka mengungkapkan sesuatu dalam bentuk tulisan (karena tidak suka banyak bicara)
  • Tidak suka keramaian, seperti mall atau pasar gitu rasanya gak banget gitu
  • Tidak suka ke acara yang banyak orang seperti pesta, mall atau pasar
  • Suka mengamati dan berimajinasi
  • Menghindari orang yang sok kenal
  • Suka menyendiri (suka suasana yang tenang atau tidak bising)
  • Perasa dan mudah tersinggung

Dan lain sebagainya, dimana intinya gambaran dangkal tentang introvert itu seolah memenuhi jiwaku. Mungkin ya gitu, orang bilang bahwa dirinya introvert itu hanya berdasar pada ciri-ciri aja tanpa pergi ke dokter atau kemana gitu. Karena introvert itu kan bukan penyakit jadi mungkin itulah mengapa banyak orang yang memvonis bahwa dirinya introvert walau tanpa resep dokter.

Untuk ciri-ciri introvert itu sendiri lebih lengkapnya silakan baca atau browsing sendiri, karena beberapa hal yang aku tulis diatas hanya bersumber dari apa yang aku rasakan, bukan berdasar pada ilmu pasti. Yang pasti kesulitan utama orang introvert itu kebanyakan adalah berkaitan dengan interaksi dengan khalayak ramai, sumpah capek rasanya berada ditempat yang ramai gitu.

Salam malu-malu,
dari Pojokan

Minggu, 26 Juli 2015

Kapan Seseorang Tahu Bahwa Dirinya Introvert?

Kapan Seseorang Tahu Bahwa Dirinya Introvert? Saat berusia dewasa atau saat merasa dirinya berbeda dengan orang pada umumnya gitu kan? Ya mungkin tahunya ketika dia tau instilah introvert dan ciri-cirinya, saat merasa ciri-cirinya itu dia banget ya saat itulah dia memvonis bahwa dirinya itu introvert.

Aku sendiri termasuk lambat dalam mengetahui istilah introvert, entah tahun berapa yang pasti itu terjadi ketika aku usianya sudah cukup tua (entah taun 2010 atau 2011 atau mungkin setelahnya aku lupa). Saat itu aku nonton tv dimana temanya membahas soal anak introvert, dari situlah aku merasa apa yang dibahas di tv itu kok aku banget, kemudian aku baca-baca artikel-artikel tentang introvert, dari situlah aku menyadari bahwa aku cinderung introvert.

Istilah Introvert dipopulerkan oleh seorang tokoh Ilmu Psikologi yang bernama Carl Jung. Bahkan Ia mengelompokan Introvert sebagai kaum minoritas, itulah mengapa introvert dipandang aneh ketimbang orang pada umumnya yang kebanyakan ekstrovert.

Tapi meski dikategorikan kaum minor, peranan orang-orang introvert dalam kehidupan sosial sangat menonjol. Mungkin karena gestur dan sikap mereka yang sangat berbeda dengan kelompok yang lebih dominan yaitu kaum ekstrovert.

Aku memang merasa berbeda dengan orang-orang pada umumnya, mereka suka ‘itu’ tapi aku sukanya ‘ini’, mereka merasa ‘gitu tuh asyik’ tapi aku merasa ‘gini tuh lebih asyik’. Seolah aku ini berkebalikan dengan orang-orang pada umumnya. Sebelum aku menganal instilah introvert, aku sempat mikir ‘apakah aku ini gak normal?’

Sejak tau istilah introvert aku seperti lebih mengenal diriku sendiri, bahwa ini bukan penyakit atau bukan ketidak normalan. Introvert itu adalah karakter bawaan. Introvert dipandang aneh itu karena memang orang pada umumnya cinderung ekstrovert bukan introvert.

Salam malu-malu,
dari pojokan

Pengertian Dangkal Tentang Introvert

Pengertian Dangkal Tentang Introvert || Introvert itu biasa diartikan sebuah sifat atau karakter seseorang yang penyendiri, pendiam, pemalu, tertutup, sulit bergaul bahkan mengesampingkan kehidupan sosial. Introvert itu tidak suka keramaian, punya sedikit teman, tidak suka basa-basi . Dengan hal-hal yang melekat itulah biasanya sosok introvert dipandang aneh karena nampak tidak seperti orang pada umumnya.

Kurang lebih gitu sih pengertian dangkal tentang introvert, kenapa aku sebut pengertian dangkal? Karena pengertian itu memang dasarnya dangkal, hanya hasil kesimpulanku dari baca-baca yang rata-rata sosok introvert itu digambarkan seperti diatas. Aku sendiri merasa gambaran tentang introvert itu aku banget gitu.

Tapi terkait dengan introvert itu sendiri aku rasa tidak sedangkal itu, karena introvert itu tidak selalu pendiam, tidak selalu tertutup, tidak selalu pemalu.

Kalo soal pendiam, ya itu karena introvert tidak suka basa-basi, ngomong langsung pada intinya tidak berbelit-belit, lebih dari itu introvert itu lebih suka mendengarkan dari pada berbicara.

Kalo soal tertutup, ya itu karena introvert mungkin hanya mau curhat kepada orang-orang tertentu yang dianggap nyaman.

Kalo soal tidak suka keramaian, ya itu karena introvert merasa lelah atau capek ketika berada dalam kerumunan banyak orang.

Kalo soal pemalu, antara introvert dan pemalu itu adalah dua hal yang berbeda alias tidak sama.

Terus apa lagi ya?

Terus….

Gak ada terusannya….



Karena judulnya aja dangkal jadi tulisannya juga gak perlu dalem-dalem, takutnya bikin mak jleb….

Jadi cukup sikian dan selebihnya dilain postingan.

Salam malu-malu,
Dari pojokan

http://introvertpemalu.blogspot.com