Minggu, 03 Februari 2019

Tentang Introvert Yang Terlalu Peka

Aku tidak tau apakah ‘tentang introvert yang terlalu peka’ ini dirasakan oleh orang introvert pada umummnya? Terlalu peka disini maksudnya adalah bisa tau sesuatu tentang orang lain. Biasanya otomatis jaga jarak pada,seseorang yang dirasa gak beres.

Tapi ketika tau sesuatu aku hanya diam saja alias disimpan dalam hati. Takut salah atau takut jadi sok tau. Menulis ini pun sebenarnya aku juga takut merasa sok tau (mohon maaf ini niatnya sharing aja).

Misal ketika ada orang berbohong bisa merasakan bahwa orang itu gak beres. Entah mengapa kadang gak suka dengan seseorang karena merasa orang itu bermasalah.

Pernah suatu ketika ada pendatang baru, orang-orang saat itu suka padanya karena dia ramah dan nampak baik. Tapi entah mengapa aku otomatis jaga jarak dengannya. Dan akhirnya pada suatu ketika dia terusir karena terjadi kasus.

Pernah juga suatu ketika aku merasa seseorang itu gak beres tapi aku lihat dia baik-baik saja. Dalam hati bilang mungkin dugaanku salah. Dan akhirnya suatu ketika aku dengar dia melakukan sesuatu yang gak baik.

Pernah juga dulu waktu SMP aku gak suka sama seseorang, dan ternyata memang iya ada yang gak beres karena suatu ketika perbuatan orang itu terbongkar.

Yah memang kadang aku gak tau sebenarnya apa yang terjadi pada seseorang, tapi entah mengapa dalam hati merasa ada yang gak beres gitu dan gak beresnya itu tentang apa belum tau.

Ketika sesuatu terbongkar saat itulah bilang dengan diri sendiri ‘oalah orang itu penipu’, ‘oalah orang itu selingkuh’, ‘oalah orang itu suka ambil punya orang’, ‘oalah ternyata orang itu suka utang tapi gak mau bayar’. ‘oalah orang itu …’.

Intinya ada kejadian-kejadian yang aku sendiri gak tau mengapa demikian, seolah feeling jadi kenyataan. Mungkinkah peka ini karena kebiasaan suka diam dan menganalisa sesuatu? Entahlah, karena aku sendiri juga gak tau apakah hal ini dirasakan oleh introvert lainnya atau enggak. Tapi dengan menulis ini semoga ada yang mau sharing deh.

Salam malu-malu,
dari pojokan



Minggu, 27 Januari 2019

Sayang Gak Semua Orang Tau Tentang Introvert, Apa Iya Mereka Gak Peduli?

Sebagai orang introvert yang sering asyik merenung kadang aku berfikir kenapa gak semua orang paham tentang introvert. Aku berandai-andai jika saja mereka tahu tentang karakter introvert pasti mereka bisa memaklumi keberadaan seorang introvert sehingga introvert itu tidak dipandang sebagai minoritas orang aneh. Yah rasanya tuh sayang gitu loh gak semua tau tentang introvert, apa iya mereka gak peduli?

Orang yang lebih paham tentang teori kepribadian introvert itu sebagian besar ya orang yang introvert. Biasanya orang introvert justru lebih banyak tau tentang jenis kepribadian, orang introvert biasanya lebih suka baca dan cari tahu tentang jenis kepribadian terutama segala hal tentang introvert.

Aku nulis blog kayak gini pun biasanya yang baca juga justru orang introvert, lalu kadang ada yang komen merasa mirip gitu. Andai saja orang yang gak introvert ada yang membaca mungkin mereka bisa lebih memahami dan memaklumi jika ada teman atau anggota keluarganya yang introvert. Tapi rasanya gak mungkin deh, karena menurutku hal-hal kayak gini tuh gak menarik bagi orang yang gak introvert.

Beruntung jika kalian introvert tapi orang disekeliling paham tentang hal-hal seputar introvert, tapi jika kalian introvert dan orang disekeliling gak ngertiin maka rasanya pasti nano-nano. Apalagi kalo orang disekeliling itu tipe orang yang gak mau tau, pokoknya hanya bisa menilai bahwa introvert itu aneh, introvert itu penyakit yang harus disembuhkan agar bisa menjadi orang seperti pada umumnya.

Jika kamu introvert dan merasa orang disekelilingmu tidak bisa menerima bahkan setelah dijelaskan maka aku bisa merasakan kegalaunmu, karena aku kebetulan juga diposisi yang seperti itu. Jadi sebagai introvert jangan pernah merasa sendirian. Dulu memang aku sering merasa kesal tapi sekarang sudah tidak lagi, mereka gak peduli pun aku sudah tidak masalah. Aku sudah tidak lagi berharap untuk dimengerti tapi akunya yang harus bisa berusaha mengerti dan menerima diri sendiri gitu aja.

Salam malu-malu,
dari pojokan

Rabu, 23 Januari 2019

Kamu Punya Pengalaman Introvert Dibully Di Sekolah, Lingkungan Kerja Atau Masyarakat?

Ada yang nanya sebagai introvert apakah kamu punya pengalaman dibully di sekolah, lingkungan kerja atau masyarakat? Atau sebagai introvert pernah gak dikucilkan dalam pergaulan atau pertemanan? Misalnya di sekolah diledekin temannya “ih aneh, ih pendiem, ih gak gaul dan ih-ih-ih lainnya”, kemudian teman-teman satu persatu menjauh gitu. Atau misal dilingkungan kerja dianggap aneh jadi gak punya teman sehingga makan siang sendirian, kesana-sini sendirian gitu. Atau misal di masyarakat digunjing dikatain ini itu gitu.

Sebagai introvert yang sudah beranjak tua sebenarnya aku tidak pernah merasa di bully atau dikucilkan, tapi disini aku akan bercerita sembari menguras ingatan masa lalu.

1. Sebagai Introvert Saat Masih Sekolah Aku Tidak Pernah Merasa Dibully Atau Dikucilkan


Kalau aku ingat-ingat sejak TK hingga lulus kuliah aku tidak pernah merasa dibully atau dikucilkan karena dianggap pendiam. Aku juga tidak pernah mendengar teman yang mengejekku dengan sebutan aneh, pendiem, gak gaul atau lainnya. (*entah kalau dibelakang pada ngomongin atau enggaknya gak tau, tapi aku selalu berfikir positif bahwa temanku gak kayak gitu).

Saat masih kecil memang aku pernah dibully tapi itu bukan karena aku pendiem karena pada saat masih kecil justru aku seperti anak pada umumnya yang main ini itu tanpa malu-malu bahkan aku mainnya sering sama anak laki-laki sehingga cinderung tomboy. (*soal pengalaman di bully sudah pernah aku singgung sedikit dipostingan PROSES TERBENTUKNYA INTROVERT, tapi sekali lagi aku nyatakan bahwa bully yang terjadi pada waktu itu sebenarnya bukan karena aku pendiem).

Menjadi Pendiem Saat Di Sekolah

Semasa masih sekolah meski pendiem tapi aku bergaul dengan siapa saja, suka ngumpul dengan teman-teman meski hanya sebagai pendengar. Aku merasa mengalami puncak penyendiri itu saat SMP. Masa SMP itu adalah masa dimana aku merasa aneh, karena aku capek aja kalau ramai-ramai. Padahal masa SMP itu masa dimana orang asyik-asyiknya pada mulai mengenal cinta-cintaan gitu kan, mulai naksir teman, rebutan pacar, berantem dll. Dan saat itu aku hanya jadi penonton, entah mengapa aku tidak tertarik dengan dunia cinta monyet yang penuh keributan kala itu.

Lalu saat SMA aku tidak lagi penyendiri, bahkan kalau berangkat sekolah biasa bareng ramai-ramai sama teman gak lagi seperti saat masih SMP dimana aku lebih suka berangkat sekolah sendirian. Intinya pada saat masih sekolah meski pendiam aku tidak merasa dibully atau dikucilkan, tanya kenapa? Karena pada dasarnya meski pendiam tapi suka bercanda dan cindurung slengekan. Meski jarang bicara tapi kadang nyletuk ini itu sehingga terciptalah nuansa haha-hihi.

Hal mengharukan yang aku ingat saat masih SMA atau kuliah adalah ketika aku ulang tahun teman-teman pada iuran ngasih kue atau hadiah ucapan ulang tahun gitu, padahal aku tuh orangnya cuek loh dan gak romantis banget sebagai teman. Aku jarang banget ngucapin ultah atau sejenis selamat-selamat gitu ke teman. Tapi ya mungkin berkat tetap bergaul meski hanya jadi pendengar itulah aku tetap dianggap sebagai teman.

Jadi buat adik-adik yang punya bibit introvert lalu merasa dirimu dibully atau dikucilkan di sekolah, cobalah untuk tetap bergaul meski hanya sebatas menjadi pendengar. Intinya jangan menyendiri, tetep aja gaul sama teman-teman.

Dulu itu (saat SMA atau saat kuliah) meski teman-teman suka curhat bahas ini itu masalah keluarga atau percintaan, aku ya tetep aja diem, aku gak pernah cerita tentang diriku. Yang penting aku ikut ngumpul-ngumpul gitu aja, dengan modal jiwa humoris yang kadang nyletuk ini itu aku tetap berusaha mengikuti pergaulan yang ada di sekolah atau kampus saat itu.

2. Saat Sudah Bekerja Aku Sebagai Introvert Juga Tidak Pernah Dibully


Nah, sebagai introvert saat memasuki dunia kerja aku juga tidak merasa pernah dibullly. Tanya kenapa? Ya karena aku gak kerja kantoran. Iya memang aku pernah mencoba kerja kantoran tapi nyatanya merasa tidak nyaman, keluar masuk kerjaan gitu kan, terus akhirnya aku memilih belajar dunia online. Sampai saat ini aku masih belajar ini itu, berusaha menghasilkan uang dan bahkan sebenarnya saat menulis tulisan ini aku sedang galau karena kawatir dengan masa depan yang gak pasti.

Intinya saat memasuki dunia kerja aku tidak merasakan dibully karena aku kerjanya ngerjain diri sendiri. Tapi kalau misal teman-teman punya pengalaman dibully di lingkungan kerja mungkin triknya tetap sama yakni cobalah tetap bergaul meski sebatas jadi pendengar, jangan terus-terusan menyendiri saat di kantor atau di tempat kerja.

3. Didalam Lingkungan Masyarakat Aku Sebagai Introvert Juga Tidak Pernah Merasa Dibully


Nah, kebetulan aku tinggal di pedesaan nih tapi aku rasa tidak pernah dibully karena aku jarang keluar jadi aku gak pernah dengar langsung orang ngatain “ih kamu aneh, ih kamu gak gaul dan sekitarnya”. Tapi kalau menggunjing ya pasti ada, aku udah pernah sedikit cerita di postingan INTROVERT DIMATA TETANGGA.



Aku disini menulis tidak pernah merasa dibully baik semasa sekolah, kerja atau di lingkungan masyarakat karena memang jujur saja memang tidak ada yang mengejekku secara langsung. Kalau masalah diomongin dibelakang alias dipergunjingkan itu aku tidak masalah, yang penting aku tidak pernah cari masalah dengan mereka, udah gitu aja. Orang mau membicarakan keburukanku yang gak gaul, jarang ngomong atau semacamnya silakan, aku rapopo.

Dulu memang aku takut jika keburukanku jadi pembicaraan orang, tapi kini sudah ikhlas jika memang ada yang membicarakan keburukanku. Aku tau diri saja, aku memang tidak sempurna, aku punya banyak kekurangan. Dan tau gak sih, dulu waktu masih kawatir orang membicarakan keburukanku aku sering ngimpi aneh-aneh misal kebelet ke kamar mandi tapi kamar mandi gak ada pintu jadi dilihat banyak orang. Tapi ketika aku sudah ikhlas, aku sudah gak pernah ngimpi aneh-aneh lagi. Karena kadang apa yang kita pikirkan itu mempengarui alam bawah sadar hingga tersirat dalam mimpi.

Yah ini sih pengalamanku, tapi aku tau diluar sana memang ada introvert yang dibully atau dikucilkan di lingkungan sekolah atau lingkungan kerja. Dan kalau aku sih prinsipnya soal berteman adalah temenan sama orang yang mau diajak temanan saja, karena memang kadang ada orang yang gak mau diajak temenan atau akunya yang merasa gak nyaman temenan ama dia. Biasanya aku tuh gak nyaman sama orang yang banyak mengeluh, suka gaya ini itu, suka ngerumpi jahat dan sejenisnya.

Salam malu-malu,
dari pojokan

Senin, 21 Januari 2019

Orang Introvert Itu Gak Cuma Aku Atau Kamu, Tapi Mereka Juga! Jadi Jangan Merasa Sendirian!

Orang Introvert Itu Gak Cuma Aku Atau Kamu, Tapi Mereka Juga! Jadi Jangan Merasa Sendirian! || Introvert adalah golongan minoritas karena sebagian orang biasanya memiliki karakter ekstrovert. Karena termasuk minoritas itulah biasanya introvert nampak aneh bila dibandingkan dengan orang pada umumnya. Dan karena dipandang aneh itulah kadang introvert itu merasa galau bahkan kadang bertanya-tanya kenapa tidak seperti orang pada umumnya, kenapa begini, kenapa dan kenapa.

Introvert kadang merasa kesepian, sendirian, tidak ada yang ngertiin, gak punya teman, dikucilkan dan lain sebagainya. Introvert ingin sekali seperti mereka yang bisa haha-hihi ditempat ramai, bisa ikut ngerumpi berjamaah, bisa nongkrong ala-ala orang gaul tapi sayang si introvert itu gak sanggup. Akhirnya introvert teteplah introvert yang memilih dirumah aja atau bahkan sukanya didalam kamar aja.

Ya gitu deh, kadang introvert merasa kok hanya aku yang begini? Padahal tau gak sih yang introvert itu sebenarnya gak hanya aku karena kamu juga ada yang introvert dan bahkan mereka juga introvert. Jadi sebenarnya salah banget kalau seorang introvert itu merasa sendirian karena diluar sana banyak juga introvert-introvert lainnya.

Dulu aku juga merasa kok hanya aku yang begini ya? Tapi setelah aku ngeblog nulis ini itu lalu ada beberapa yang komentar merasa serupa hingga akhirnya aku menyimpulkan bahwa ternyata yang introvert itu gak hanya aku doang. Syukur deh karena ternyata introvert bukan penyakit, introvert memang sebuah karakter genetik yang tidak semua orang memilikinya.



Orang introvert itu sebenarnya ada dimana-mana, gak hanya di Indonesia aja karena diluar negeri sana juga ada. Tapi kenapa introvert harus terpisah-pisah, kenapa satu introvert harus diletakan ditengah-tengah para ekstrovert? Entahlah. Mungkin maksudnya biar saling melengkapi, biar saling belajar menghormati. Walaupun jatuhnya si introvert yang lebih merasa merana sebagai minoritas ya kan?

Introvert entah di Indonesia atau luar negeri itu gambarannya serupa. Intinya introvert itu menghindari keramaian karena keramaian bisa menguras energi, pokoknya tau-tau capek gitu kalau dikeramaian. Introvert butuh sendiri untuk mengembalikan energinya. Selain itu Introvert itu lebih suka mendengar dari pada berbicara, introvert itu kalau mau ngomong kadang mikir-mikir. Introvert lebih suka sms atau chat ketimbang telpon, karena ya itu tadi introvert tidak suka banyak bicara kalau ditulis kan bisa mikir-mikir apa yang mau ditulis. Yah gitu-gitu deh, yang introvert pasti udah paham.

Yah pokoknya jangan merasa sendirian, yakinlah seintrovert-introvertnya kita pasti ada yang serupa hanya saja mereka berada ditempat yang berbeda. Mereka menjalani hidupnya sebagai minoritas ditempat lain, mereka juga merasakan seperti yang kita rasakan. Dan tenanglah karena introvert bukanlah penyakit yang harus disembuhkan, meski kenyataannya dipandang aneh atau bahkan dibully tapi santai saja. Hal terpenting adalah kita sebagai introvert harus bisa menerima diri sendiri karena memang beginilah adanya, selain itu juga harus bisa menyemangati diri sendiri dikala down karena pada dasarnya introvert itu baperan tingkat ubun-ubun, udah gitu aja!


Salam malu-malu,
dari pojokan