Tampilkan postingan dengan label Seorang Introvert. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seorang Introvert. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Juni 2017

Seorang Introvert Dikala Lebaran, Aku Termasuk Yang Sedih Kalau Kamu?

Nasib Seorang Introvert Dikala Lebaran, Aku Termasuk Yang Sedih Kalau Kamu? || Saat postingan ini diketik nuansanya masih dalam nuansa liburan lebaran 2017. Nah, ceritanya kepribadian introvert itu pada umumnya punya kekurangan dalam hal interaksi sosial gitu kan? sedangkan dimoment lebaran itu nuansanya penuh keramaian, harus interaksi dengan sanak sodara atau lingkungan sekitar. Lalu gimana dengan nasib kaum introvert?

Kalau aku, ini aku loh ya!!! (*karena yang lain bisa jadi berbeda pengalamannya) Aku termasuk yang sedih alias tersiksa sebenarnya tapi tetep harus berlagak baik-baik saja. Terlebih aku ingat masa-masa dulu waktu masih kecil ketika jelang lebaran itu disuruh nganter-nganter bingkisan ke sodara-sodara itu loh, yah kalo menurut orang lain sih itu sepele tapi buatku itu sulit, tapi dulu itu masih bocah gitu kan jadi saat itu biasanya kalau lebaran nuansanya justru marahan sama ortu.

Kebetulan aku berada dalam keluarga yang gak tau menau tentang introvert, jadi bisa dibayangkan bagaimana perang batin yang terjadi. Disatu sisi aku dipandang aneh, disatu sisi aku merasa menjadi orang paling ngenes sejagat karena dalam keluarga pun gak ada yang ngertiin gitu kan. Jadi aku dulu itu sangat benci yang namanya lebaran! karena nuansanya bagiku terasa sangat nyakitin hati! tapi itu dulu loh ya!!! Terus sekarang? tetep sedih sih. *hahaha...



Kalau sekarang ini sedihnya karena masih kesulitan melupakan hal-hal negatif dimasa lalu, yah inilah salah satu kekurangan dari seorang introvert. Selain itu aku masih minus dalam interaksi sosial, jadi kalau sodara bisa ngumpul haha hihi seolah bahagia hore-hore gitu kan, sementara aku merasa capek aja gitu loh. Jadi intinya aku sejauh ini tetep merasa lelah dalam nuansa keramaian, tetep cinderung diam menyimak dan sekitarnya. Gak bisa berubah ke ala-ala extrovert! Bahkan sekedar pura-pura pun gak bisa.

Jadinya aku kalau lebaran itu meski hanya salam-salaman dengan keluarga atau berkunjung ke rumah keluarga yang dekat-dekat gitu doang rasanya udah capek kayak habis mendaki gunung merapi merbabu PP. *padahal belum pernah mendaki gunung manapun hahaha....

Mungkin rasa capek itu bukan muncul karena tenaga yang keluar buat bersalaman atau perjalanannya tapi itu karena rasa maksain diri harus interaksi sosial plus kadang ingat masa-masa negatif dimasa lalu. Meski sudah berusaha mengendalikan diri tapi tetep ajah sih, rasa "CAPEK" itu seolah begitu overdosis.

Yah gitu deh, ini sekedar pengalamanku selaku introvert disaat lebaran! Pengalaman yang lain belum tentu sama. Mungkin ada yang benar-benar baik-baik saja saat lebaran atau mungkin ada yang pura-pura baik-baik saja seperti aku. Atau jangan-jangan yang introvert dan lelah disaat lebaran kayak gini tuh cuma aku doang? berarti aku benar-benar minoritas sejati. *uhukk...

Mungkin pelajaraan yang bisa dipetik buat emak-emak yang sekiranya punya anak introvert hindarilah memaksakan sesuatu yang berlebihan misal dipaksa untuk interaksi sosial dengan cara yang gak enak banget karena itu bisa menimbulkan pengalaman negatif bagi sang anak. Udah gitu aja sih.


Salam malu-malu,
dari pojokan


Selasa, 22 Desember 2015

Jangan Salah! Menjadi Seorang Introvert Adalah Keuntungan Luar Biasa


Keuntungan Menjadi Seorang Introvert || Dalam kehidupan nyata seorang introvert itu terkesan aneh karena seolah tak seperti orang pada umumnya, dianggap pendiamlah, suka menyendirilah, dan sekitarnya. Tapi seorang introvert sejati pasti bisa merasakan betapa beruntungnya ketika tercipta sebagai seorang yang memiliki karakter introvert. Beberapa keuntungan yang aku rasakan antara lain.

  • Semacam Langka
(Aku bilang langka tapi kok kesannya kayak hewan atau benda purba itu ya? *ah rapopo lah!) Gini loh, orang yang berkarakter introvert itu termasuk kaum minoritas, misalkan diantara 100 orang dalam satu kampung, mungkin hanya ada 1 atau 2 yang memiliki karakter introvet. Itu pun antara satu dengan satunya lagi belum tentu sama persis loh ya keintrovertannya. Ibaratnya tuh terkutuk banget beruntung banget termasuk dalam cinptaan yang limitid edition.

  • Lebih Peka
Seorang introvert itu lebih banyak mendengar, menganalisa segala sesuatu dalam diamnya, karena itulah biasanya orang introvert itu lebih mudah mengenali karakter seseorang. Mampu memterjemahkan hal-hal sekitarnya dengan baik. Sisi negatifnya kadang hal-hal sepele hawanya baper alias bawa perasaan. Sangking pekanya kadang cinderung horor, dulu aku kalo ada orang mau meninggal gitu biasanya terasa semacam ada feeling, tapi sekarang sih enggak, berusaha mengabaikan feeling-feeling yang cinderung horor.

  •  Lebih Tenang Menghadapi Masalah
Seorang introvert biasanya lebih tenang dalam menghadapi masalah, tidak panik atau dalam bahasa mendok-nya tuh gak gampang kesusunan. Misal aku sama masku sama-sama punya masalah trauma terhadap gempa karena efek gempa dahsyat 2006 yang melanda Jogja-Klaten-sekitarnya, kini kalo ada gempa masku langsung lari nabrak sana-sini alias gedebukan, sementara aku meski deg-degkan tapi lebih santai. Kadang aku kalo melihat orang kesusunan atau panikan itu rasanya sebel, tapi ya aku sadar sih mereka gak bisa santai seperti aku, layaknya aku yang gak bisa kesusunan seperti mereka, (*bahasanya dibolak-balik semoga yang baca mikirnya gak kebalik-balik).

  • Merasa Beruntung Dalam Keanehan
Seorang introvert itu sendiri sadar kalo dirinya aneh tak seperti orang pada umumnya. Tapi seorang introvert yang baik tentu tetep bisa menerima keadaan bahkan bersyukur "inilah diriku". Seorang introvert harus bisa menerima dirinya sendiri karena jika tidak pasti akan menjadi orang yang pesimis, menyalahkan kok aku gini, kok aku gak kayak mereka dan lain sebagainya.

Intinya sih entah introvert atau bukan, banyak bersyukur akan serasa makin beruntung.

Salam Malu-Malu,
dari pojokan

http://introvertpemalu.blogspot.com